Ayat Alquran ini Bisa Membuat Kaya jika Diamalkan

Ayat Alquran ini Bisa Membuat Kaya jika Diamalkan

Ayat Alquran ini Bisa Membuat Kaya jika Diamalkan

1. Quran Surat Ar-Ra’d:11
“Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tidak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (Q.S. Ar-Ra’d:11)

Tafsir Surat Ar-Ra’d ayat 11 ini sebagai berikut :

Allah tidak akan mengubah keadaan mereka, selama mereka tidak mengubah sebab-sebab kemunduran mereka. Ada pula yang menafsirkan, bahwa Allah tidak akan mencabut nikmat yang diberikan-Nya, sampai mereka mengubah keadaan diri mereka, seperti dari iman kepada kekafiran, dari taat kepada maksiat dan dari syukur kepada kufur. Demikian pula apabila hamba mengubah keadaan diri mereka dari maksiat kepada taat, maka Allah akan mengubah keadaanya dari sengsara kepada kebahagiaan.

Dengan mengubah diri menjadi pribadi yang lebih baik maka Allah SWT akan mendatangkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Merubah diri yang tadinya kufur menjadi taat adalah pondasi awal untuk meraih rezeki. Dengan adanya niat dan usaha untuk merubah diri, pasti Allah SWT akan memudahkan kita untuk berubah ke arah yang lebih baik.

2. Quran Surat Al-Baqarah:216
“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Tetapi boleh Jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh Jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui. ” (Q.S. Al-Baqarah:216)

 

Seseorang yang mendapatkan sesuatu hal yang tidak sesuai dengan harapan pasti akan kecewa. Padahal kita tidak tahu apakah sesuatu itu sebenarnya baik atau buruk bagi kita. Berbaiksangkalah kepada Allah SWT karena hanya Dia lah yang tahu mana yang baik dan mana yang buruk bagi kita. Sesuai dengan surat Al Baqarah ayat 216 di atas bahwa kita tidak boleh membenci sesuatu hal, bisa jadi Allah sedang memberikan jalan keluar dari masalah-masalah yang sedang kita hadapi.
Jika kita mengamalkan ayat ini dalam berusaha, insyaallah kita tidak mudah putus asa dan selalu berbaik sangka kepada Allah SWT. Segala hasil yang kita dapatkan akan disyukuri dengan sepenuh hati sembari bersabar dan berharap yang terbaik pasti datang dari Allah SWT.

3. Quran Surat Al-Baqarah: 286
لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلا تُحَمِّلْنَا مَا لا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ (٢٨٦

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat pahala (dari kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat siksa (dari kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau membebani Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Ma’afkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”

Jelas dalam ayat diatas bahwa Allah tidak akan membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya. Yakinlah jika kita berpikir tidak sanggup,maka itu hanya anggapan kita saja. Kita pasti sanggup apabila menyanggupinya. Jangan kalah oleh pikiran negatif yang dengan mudah mengatakan tidak sanggup untuk berusaha dan menjadi kaya.

Dengan mengamalkan ayat ini, seseorang yang berusaha dengan sungguh-sungguh selalu mempunyai pikiran positif bahwa apa yang menjadi bebannya adalah beban yang sesuai dengan kesanggupannya. Dengan semangat ini segala macam urusan dan beban akan terasa ringan dan mudah untuk melaluinya.

4. Quran Surat Al-Insyirah: 5 – 6

Tafsir surat Al-Insyirah ayat 5-6 :

Ini merupakan kabar gembira untuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu bahwa setiap kali Beliau mendapatkan kesulitan, maka Beliau akan mendapatkan kemudahan setelahnya, dan bahwa betapa pun besar kesusahan yang Beliau alami, maka setelahnya Beliau akan merasakan kemudahan.

Oleh karena itu, sebelumnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam merasakan kesulitan dan penderitaan dari orang-orang kafir, selanjutnya Beliau mendapatkan kemudahan dengan diberi-Nya kemenangan atas mereka.

Dengan mengamalkan kedua ayat diatas kita yakin bahwa sesuatu itu diciptakan berpasang-pasangan oleh Allah SWT. Begitu juga dengan kesulitan yang berpasangan dengan kemudahan. Seseorang yang menghadapi kesulitan dengan sabar dan penuh harapan Allah SWT sesuai dengan ayat diatas pasti akan mendatangkan kemudahan. Setiap usaha yang ditempuh dengan penuh sabar dan harap pasti akan membuahkan hasil.

Seseorang yang menghindari kesulitan dia tidak akan mendapatkan kemudahan. Jika kita berharap sesorang yang mengatasi kesulitan,maka orang lain lah yang mendapatkan kemudahan. Kita tidak akan mendapatkan kemudahan dari kematangan, keterampilan, dan pengalaman yang didapatkan. Perhatikan ayat ke-6, ada kata “sesungguhnya”, artinya sebuah penguatan atau penegasan akan kalimat sebelumnya.
5. Quran Surat Ath-Thalaq: 2-3

 

Dalam ayat ke 2 surat Ath-Thalaq Allah SWT akan membukakan jalan keluar bagi orang-orang yang bertakwa. Tafsir ayat ini adalah sebagai berikut :

Maka orang yang bertakwa kepada Allah dan mengutamakan keridhaan Allah dalam semua keadaannya, Allah Subhaanahu wa Ta’aala akan membalasnya di dunia dan akhirat. Di antara sekian balasannya adalah Allah Subhaanahu wa Ta’aala berikan jalan keluar dari setiap kesulitan dan kesempitan. Sebagaimana orang yang bertakwa kepada Allah, akan dibukakan jalan keluar baginya, maka orang yang tidak bertakwa kepada Allah, akan terjatuh ke dalam kesempitan, beban dan belenggu yang sulit keluar dan lolos darinya.

Digunakan talak sebagai contohnya, karena jika seorang tidak bertakwa kepada Allah dalam masalah talak, misalnya ia menjatuhkan talak dengan cara yang diharamkan seperti langsung tiga kali, maka ia tentu akan menyesal dengan penyesalan yang tidak mungkin dapat dikejar lagi.

Sedangkan dalam ayat ke 3 surat Ath-Thalaq Allah SWT akan mencukupkan keperluannya dan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka kepada orang yang bertawakkal.
Kedua ayat ini memiliki perintah dari Allah SWT yaitu bertakwa dan bertawakkal. Dengan mengamalkan perintah pada ayat ini insyaallah kita tidak takut lagi akan kehabisan harta dan tidak takut lagi menghadapi kesulitan. Sesuai dengan janji Allah pada ayat diatas rezeki akan dicukupkan dan dibukakan jalan keluar dari kesulitan serta masalah yang sedang kita hadapi.

Jika Doa Kita Tidak Dikabulkan

Jika Doa Kita Tidak Dikabulkan

Jika Doa Kita Tidak Dikabulkan

Mungkin ada di antara kita yang telah banyak menengadahkan tangannya untuk berdoa kepada Allah dengan sungguh-sungguh tetapi ternyata Allah subhanahu wa ta’ala tidak atau belum mengabulkan doanya. Padahal semua sebab-sebab dikabulkan doa telah dilakukannya, seperti:

  1. Ikhlas dan tidak berbuat syirik.
  2. Memulai dengan pujian dan salawat.
  3. Dengan sungguh-sungguh dan tidak lalai.
  4. Yakin akan dikabulkan oleh Allah.
  5. Memilih waktu dan tempat mustajab.
  6. Meninggalkan makanan, minuman dan pakaian haram.
  7. Meninggalkan maksiat dan bertaubat.
  8. Mengerjakan ketaatan dan bertawasul dengan nama-nama Allah, dan lain-lain.

 

Dia berkata, “Ada apa gerangan? Mengapa ini bisa terjadi? Bukankah Allah Maha Kuasa dan mengabulkan doa-doa hamba yang berdoa kepada-Nya? Apakah Allah tidak sayang kepadaku? Bukankah Allah mengatakan:

{ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ}

Berdoalah kepada-Ku, Aku akan mengabulkannya untuk kalian.’ (QS Ghafir: 60).”

Sabarlah wahai Saudaraku sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ أَحَدٍ يَدْعُو بِدُعَاءٍ إِلاَّ آتَاهُ اللَّهُ مَا سَأَلَ أَوْ كَفَّ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهُ، مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ.

Tidak ada seorang pun yang berdoa dengan sebuah doa kecuali Allah akan mengabulkan apa yang dimintanya atau memalingkannya dari keburukan yang semisalnya, selama dia tidak berdoa yang mengandung dosa atau pemutusan silaturahmi.”1

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ ، وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ ، إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ : إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الآخِرَةِ ، وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا قَالُوا : إِذًا نُكْثِرُ ، قَالَ : اللَّهُ أَكْثَرُ.

Tidak ada seorang muslim pun yang berdoa dengan sebuah doa yang tidak terkandung di dalamnya dosa dan pemutusan silaturahmi, kecuali Allah akan memberikannya salah satu dari ketiga hal berikut: Allah akan mengabulkannya dengan segera, mengakhirkan untuknya di akhirat atau memalingkannya dari keburukan yang semisalnya.

Para sahabat berkata, “Kalau begitu kami akan memperbanyak doa kami.” Beliau berkata, “Allah lebih banyak lagi.”2

Dari kedua hadits di atas kita dapat memahami bahwa seseorang yang telah benar-benar melaksanakan sebab-sebab dikabulkannya doa, insya Allah doanya akan dikabulkan oleh Allah. Jika tidak dikabulkan, maka akan diakhirkan atau diberikan kebaikan oleh Allah di hari kiamat atau Allah akan sengaja tidak mengabulkan doanya di dunia agar dia terhindar dari akibat buruk apabila doa tersebut dikabulkan dan Allah memalingkannya kepada sesuatu yang lebih baik dari apa yang dia minta.

Pada hadits kedua, kita dapat melihat semangat para sahabat dalam beribadah, mereka mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak doa kami.” Itulah yang seharusnya kita lakukan kepada Allah, yaitu memperbanyak doa kepada Allah.

 

Adapun perkataan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Allah lebih banyak lagi”, para ulama menyebutkan beberapa makna dari perkataan tersebut, di antaranya:

  1. Allah akan lebih banyak mengabulkannya daripada banyaknya doa yang kalian minta.
  2. Allah akan lebih banyak memberikan karunia dan keutamaan daripada doa yang kalian minta.
  3. Allah tidak akan lemah dengan banyaknya permintaan kalian dan lain-lain.

Dengan melihat kedua hadist di atas dengan lafaz yang berbeda, maka tentu kita akan bertambah yakin bahwa Allah Maha Adil, Maha Bijaksana, Maha Mengetahui seluruh hikmah dan Maha Sayang kepada hamba-hambanya.

Mudah-mudahan kita bisa terus bersabar menghadapi kehidupan di dunia ini dan mensyukuri seluruh apa yang Allah berikan kepada kita serta bisa selalu berbaik sangka kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Di dalam hadits qudsi Allah subhanahu wa ta’ala mengatakan

(( أنا عندَ ظنِّ عبدي بي ، فليظنَّ بي ما شاء ))

Aku berdasarkan prasangka hamba-Ku terhadap-Ku. Oleh karena itu, berprasangkalah terhadap-Ku sesuka hatinya.”

Dan di dalam riwayat lain terdapat tambahan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

(( فلا تظنُّوا بالله إلا خيراً ))

Janganlah kalian berprasangka kepada Allah kecuali dengan prasangka yang baik.”

Semua Berawal Dari Shalat

SEMUA BERAWAL DARI SHALAT

Bila sesorang memperbaiki shalatnya berarti ia sedang memperbaiki hidupnya.
Sahabat..
Jika ingin mengetahui keshalihan sesorang, lihat saja pada shalat lima waktunya.
Jika ingin melihat semangat seseorang, lihatlah shalat sunuhnya.
Jika ingin melihat kesungguhan seseorang, lihatlah SHALAT tahajudnya.
Rasulullah SAW bersabda: “…Bila shalatnya baik maka baik pula seluruh amalnya, sebaliknya jika shalatnya rusak maka rusak pula seluruh amalnya.” (HR. Ath-Thabrani)
Sahabat..
■ Saat kita berusaha untuk memperbaiki shalat kita, pada hakikatnya kita juga sedang memperbaiki hidup kita sendiri.
■ Saat kita berusaha supaya kelak meninggal dgn keadaan yg baik, sebenarnya kita juga sedang memperbaiki hidup kita di dunia, juga untuk mempermudah hisab di alam kubur dan menghindari siksa di akhirat nanti.
■ Betapa banyak orang yg mencari penghidupan yg baik, namum ternyata meninggal tidak dlm keadaan baik.
■ Betapa banyak orang yg menyesal nanti karena melalaikan shalat. Rintihan mayat di dlm kubur dan tangisan org-org menyesal di akhirat demi dihidupkan kembali ke dunia untuk melaksanakan shalat.
Dalam Al-Qur’an dijelaskan: “Apa yg menyebabkan kamu masuk ke dlm (neraka) Saqar?” Mereka menjawab, “Dahulu kami tidak termasuk org-org yg melaksanakan shalat.” (QS: Al-Mudatstsir: 42-43).
Jadi, jika kau ingin memperbaiki hidupmu (di dunia dan di akhirat), maka mulailah dengan memperbaiki shalatmu.
Lalu Bagaimana Orang yg Secara Sadar Meninggalkan Shalat?
Maka Islam menjawab: Sesungguhnya orang yg meninggalkan shalat secara keseluruhan hukumnya kafir keluar dari Islam, berdasarkan sabda Rasulullah SAW: “Perbedaan antara kita dgn mereka (org-org kafir) adalah shalat. Barangsiapa yg meninggalkan shalat maka ia telah kafir.” (HR. At-Tirmidzi – Shahih)
Demikianlah Sahabat.., marilah kita bersama-sama berusaha maksimal untuk memperbaiki shalat kita karena ketahuilah bahwa amalan yg pertama akan dihisab oleh Allah di akhirat nanti adalah shalat. Dan kita memohon perlindungan kpd Allah Ta’ala dari kehinaan dan kondisi org-org yg di adzab Allah karena lalai dari shalat.
Aamiin Ya Rabbal Alamiin.

Hadiah Quran Membuat Luke Rusbridge Masuk Islam

Hadiah Quran Membuat Luke Rusbridge Masuk Islam

Hadiah Quran Membuat Luke Rusbridge Masuk Islam

PERTAMA kali menginjakkan masjid setelah mempelajari berbagai literature, video tentang Islam, ia belum juga yakin bahwa Islam merupakan apa yang selama ini ia cari-cari. Walaupun ia menemukan cahaya dan keindahan Islam sewaktu berkunjung ke Mesir, remaja yang dulu berusia 15 tahun tersebut masih ragu-ragu dan belum yakin untuk memeluk Islam.

 

Sepulangnya dari masjid dan berjumpa dengan imam setempat. Lelaki bernama lengkap Luke Rusbridge ini kembali pulang dan memutuskan untuk menjaga jarak dengan Islam. Meski hidayah belum menyapanya, ternyata keinginannya untuk kembali mempelajari Islam menyeruak setelah ia ingat bahwa sekembalinya dari masjid, seorang imam memberikannya Al-Quran dengan terjemahan Bahasa inggris yang kemudian ia baca berulang-ulang.

 

Dari hadiah kecil tersebut, keinginannya untuk memeluk Islam semakin menggebu-gebu. Dalam Al-Quran yang ia baca, ia tidak menemukan secuil pun kesalahan. Semuanya terangkai indah. Sempurna dan menyentuh.

 

Dan tak lama kemudian, ia kembali ke masjid yang ia singgahi dulu, Masjid Al-Medinah, Brighton. Disana ia kembali dipertemukan oleh imam masjid yang ia jumpai dulu. Ternyata sang imam masih mengingatnya dan meyambutnya dengan ucapan salam dan senyuman yang ramah.

Dan pada saat itu juga, ia mantapkan niatnya: mengucapkan dua kalimat syahadat dan menasbihkan diri menjadi bagian dari umat muslim. Usai mendeklarasikan diri sebagai muslim, ia pun melakukan sholat untuk pertama kalinya, di belakang sang imam dan mendengarkan ayat-ayat Al-Quran dengan syahdunya.

 

Kisahnya menjajaki Islam pun berakhir bahagia. Namun, kebahagiaannya sebagai muslim masih diuji. Hingga usianya menginjak 19 tahun, berbagai ujian hidup menghadangnya. Orangtuanya bercerai, yang kemudian menjadi salah satu penyebab ibunya untuk terus menerus menegak minuman beralkohol.

 

Minuman beralkohol menjadi pelarian utama sang ibu karena pada saat itu ayahnya merenggut dengan paksa apa yang mereka punyai: uang, mobil, dan rumah. Tak tahan dengan apa yang terjadi, beberapa kali ibunya berubah menjadi seorang temperamental. Hal yang tak pernah ia duga selama ini. Sedih? Tentu saja. Tapi Luke remaja tidak menangis, ia terus panjatkan doa dalam sholatnya.

 

Beberapa kali sang ibu harus dibawa ke rumah sakit karena tabiatnya akan minuman keras belum juga berhenti. Terkadang, saat ia pulang ke rumah, ia menemukan ibunya tergolek tak berdaya di atas lantai: terluka secara mental dan fisik. Keadaan ini bukan lah tanpa sebab: ibunya masih kesulitan untuk lepas dari jeratan minuman keras: sangat sering, ia dan kakeknya (yang juga alcoholic) berpesta minuman keras bersama.

Bahkan kakeknya beberapa kali menyalahkannya karena masuk Islam dan menuding Islam bertanggung jawab atas keterpurukan keluarga mereka. Disinggung seperti itu, tentu ia sedih. Tapi Luke tetap bertahan, ia tak menangis. Kembali, ia tegar dan terus sematkan doa dalam sholatnya.

Selama hampir tiga tahun keluarganya mengahadapi ujian berantai, pria berusia 24 tahun ini tak memungkiri bahwa terbersit juga dalam pikirannya bahwa mungkin Islam merupakan salah satu akar kenapa ia harus menghadapi berbagai rintangan hidup seperti itu. Namun, ia coba mengelaknya. Ia pun kembali teringat akan ayat kedua dari surat Al-Ankabut yang berarti: “apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi?”

 

Ayat tersebut membuatnya yakin bahwa deklarasi keimanan tidaklah cukup, ujian yang menimpanya bukan sesuatu yang kebetulan. Allah ingin membuatnya lebih yakin, Allah ingin membuatnya semakin tunduk dan terus kembali kepadaNya. Meyakini hal ini bertahun-tahun, kini kehidupannya semakin membaik. Ibunya lebih bahagia daripada sebelumnya. Kasih sayangnya terhadap ibunya terus tumbuh, dan ketika ia melihat ibunya tersenyum, ia semakin bahagia, meski hingga saat ini ia kehilangan kontak dengan ayahnya.

 

Namun, ia tak kehilangan harapan. Ia akan terus berdoa demi kebahagiaan mereka berdua, terutama menjelang hari raya idul fitri esok. Karena ia paham, dunia hanyalah sementara. Tetapi kita diberikan kesempatan untuk menjadi yang terbaik, dan itulah yang ia berusaha capai hingga sekarang. Karena ia sadar, berdiam diri saja tidak cukup, terus mengejar Allah adalah kunci kebahagiaan.

7 KEUTAMAAN PENGHAFAL AL-QUR’AN

7 KEUTAMAAN PENGHAFAL AL-QUR’AN

1.Menjadi keluarga Allah di dunia
“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.” (HR. Ahmad)

2. Lebih diutamakan untuk dihormati dan didahulukan
“Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak
hafalannya.” (HR. Muslim)
Dari Abu Hurairah ia berkata, “Telah mengutus Rasulullah SAW sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling muda usianya, beliau bertanya, “Surat apa yang kau hafal? Ia menjawab,”Aku hafal surat ini.. surat ini.. dan surat Al Baqarah.” Benarkah kamu hafal surat Al Baqarah?” Tanya Nabi lagi. Shahabi menjawab, “Benar.” Nabi bersabda, “Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi.” (HR. At-Turmudzi dan An-Nasa’i)

3. Mendapat syafaat dari Alquran
“Penghafal Quran akan datang pada hari kiamat dan AlQuran berkata: “Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia. Kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan). AlQuran kembali meminta: Wahai Tuhanku, ridhailah dia, maka Allah meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu, bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga). Dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan.” (HR Tirmidzi)

4. Termasuk sebaik-baik manusia
“Sebaik-baik orang di antara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya” (HR. Bukhari)

5. Dimuliakan oleh Allah
“Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah menghormati orang tua yang muslim, penghafal Al Qur’an yang tidak melampaui batas (di dalam mengamalkan dan memahaminya) dan tidak menjauhinya (enggan membaca dan mengamalkannya) dan Penguasa yang adil.” (HR. Abu Daud)

6. Orang lain boleh iri padanya
“Tidak boleh seseorang berkeinginan kecuali dalam dua perkara, menginginkan seseorang yang diajarkan oleh Allah kepadanya Al Qur’an kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, sehingga tetangganya mendengar bacaannya, kemudian ia berkata, ’Andaikan aku diberi sebagaimana si fulan diberi, sehingga aku dapat berbuat sebagaimana si fulan berbuat” (HR. Bukhari)

7. Mampu menyelamatkan kedua orangtua
Sabda rasulullah s.a.w.:
“Daripada Buraidah Al Aslami ra, ia berkata bahawasanya ia mendengar Rasulullah s..a.w bersabda: “Pada hari kiamat nanti, Al Quran akan menemui penghafalnya ketika penghafal itu keluar dari kuburnya. Al Quran akan berwujud seseorang dan ia bertanya kepada penghafalnya: “Apakah anda mengenalku?”.

Penghafal tadi menjawab; “saya tidak mengenal kamu.” Al Quran berkata; “saya adalah kawanmu, Al Quran yang membuatmu kehausan di tengah hari yang panas dan membuatmu tidak tidur pada malam hari. Sesungguhnya setiap pedagang akan mendapat keuntungan di belakang dagangannya dan kamu pada hari ini di belakang semua dagangan.

Maka penghafal Al Quran tadi di beri kekuasaan di tangan kanannya dan diberi kekekalan ditangan kirinya, serta di atas kepalanya dipasang mahkota perkasa. Sedang kedua orang tuanya diberi dua pakaian baru lagi bagus yang harganya tidak dapat dibayar oleh penghuni dunia keseluruhannya.

Kedua orang tua itu lalu bertanya: “kenapa kami di beri dengan pakaian begini?”. Kemudian di jawab, “kerana anakmu hafal Al Quran.”

Kemudian kepada penghafal Al Quran tadi di perintahkan, “bacalah dan naiklah ketingkat-tingkat syurga dan kamar-kamarnya.” Maka ia pun terus naik selagi ia tetap membaca, baik bacaan itu cepat atau perlahan (tartil).

12 Keutamaan Membaca Al-Quran Setiap Hari

12 Keutamaan Membaca Al-Quran Setiap Hari

 

Setidaknya ada 12 keutamaan membaca Al Qur’an setiap hari yang dapat kita peroleh. Namun pertanyaannya sekarang, sudahkah kita membaca Al Quran hari ini? Pertanyaan simple yang jika jawabannya dikemukakan dengan jujur di depan umum, akan membuat kita malu sendiri.

Namun, bersyukur kiranya jika seseorang yang ditodong dengan pertanyaan tersebut masih menjawab dengan rasa malu. Celakanya, banyak muslim zaman sekarang yang bahkan tidak merasa malu lagi ketika ia tak lagi menghiasi hari dengan bacaan Al Qur’an satu ayat pun.

Sebagai orang yang mengaku diri muslim, kesibukan demi kesibukan sering membuat kita lalai membuka, membaca dan mentadaburi kitab suci umat muslim itu. Al Qur’an hanya tergeletak di atas meja atau diam berdebu di tengah-tengah himpitan buku dalam lemari.

Memang jika kitab suci Al Qur’an itu jatuh dari tempatnya, segera sang pemilik rumah mengambil dan menciumnya sebagai tanda bukti cinta. Namun ia tak berniat membuka dan membacanya, ia kembalikan Al Qur’an tersebut ke tempatnya sebagai pajangan yang melengkapi isi lemari.

Padahal Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Sesungguhnya barang siapa yang dalam dirinya tiada bacaan al Qur’an maka ia seperti halnya rumah yang roboh”. Maka alangkah meruginya seorang muslim yang jauh dari lantunan ayat-ayat suci Al Qur’an.

Nah, apa saja keutamaan membaca Al Qur’an setiap hari yang dapat diperoleh seorang hamba?

1. Menjadi Manusia Terbaik

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan mengamalkannya.” (HR. Bukhari)

Siapa yang tidak mau menjadi manusia terbaik? Seorang murid yang pada hari pembagian raport diumumkan oleh gurunya bahwa ia menempati peringkat satu di kelasnya tentu akan merasa bangga dan bahagia. Terlebih orang-orang yang masuk kategori manusia terbaik menurut Robb-nya. Karena kategori itu disematkan bukan oleh manusia, melainkan oleh Dzat yang menguasai seluruh makhluk.

2. Mendapat Pahala Berlipat Ganda

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Siapa saja membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya.” (HR. Tirmidzi).

Maka sungguh kita sudah rugi besar. Kita sudah melewatkan begitu banyak kebaikan. Padahal pahala dari membaca Al Qur’an itu sedang diobral. Bayangkan satu huruf saja berpahala satu kebaikan yang akan dibalas dengan pahala sepuluh kali lipatnya. Sedangkan untuk membacanya hanya memerlukan waktu sebentar saja. Namun sungguh mengherankan, kita tetap tidak mau mendekati obral besar ini.

3. Mendapat Kebersamaan Hidup Dengan Para Malaikat Yang Suci Dan Mulia

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Perumpamaan orang yang membaca Al Qur’an sedang ia hafal, dengannya bersama para malaikat yang suci dan mulia. Sedang perumpamaan orang yang membaca Al Qur’an sedang ia senantiasa melakukannya meskipun hal itu sulit baginya maka baginya dua pahala.” (Muttafaqun ‘alaih).

4. Orang Tuanya Dipakaikan Mahkota Cahaya Kelak Di Hari Kiamat

“Siapa saja membaca Al Qur’an, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan kepada kedua orang tuanya pada hari kiamat mahkota dari cahaya dan sinarnya bagaikan sinar matahari. Dan dikenakan pada kedua orang tuanya dua perhiasan yang nilainya tidak tertandingi oleh dunia….”. (HR. Hakim)

Maka inilah bentuk bakti yang tinggi dari seorang anak pada kedua orang tuanya. Jika di dunia ia tidak bisa membalas kebaikan kedua orang tua dengan memberikan kesenangan hidup pada keduanya, maka balasan di akhirat ini lebih mulia. Di saat manusia lain tidak mendapat perlindungan dari adzab Allah sedikit pun, kedua orang tuanya justru dimuliakan dengan hadiah mahkota cahaya yang sinarnya terang benderang bagaikan sinar matahari.

5. Mendapat Syafa’at Di Akhirat

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Bacalah Al Qur’an karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada para ahlinya.” (HR. Muslim)

Syafa’at atau pertolongan dari adzab Allah pada hari itu sangat diperlukan oleh setiap manusia. Maka kesempatan untuk mendapat syafa’at itu terbuka lebar saat ini, yakni saat kaki kita masih berpijak di bumi ini. Maka gunakanlah kesempatan yang masih ada itu, jangan dibiarkan berlalu sia-sia.

6. Dibanggakan Oleh Allah Di Depan Para Makhluk Lainnya

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Tidak berkumpul suatu kaum di salah satu rumah Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sedang mereka membaca kitab-Nya dan mengkajinya, melainkan mereka akan dilimpahi ketenangan, dicurahi rahmat, diliputi para malaikat, dan disanjungi oleh Allah di hadapan para makhluk dan di sisi-Nya.” (HR. Abu Dawud).

7. Mendapat Ketentraman Hati Dan Curahan Rahmat

Seperti yang disebutkan pada hadist nomor 6 di atas, orang-orang yang membaca dan mengkaji kitab-Nya akan dilimpahi ketenangan dan curahan rahmat. Tenang dan tentramnya hati merupakan rahmat yang tak terkira di zaman yang serba panas dengan dunia seperti saat ini. Biarlah orang lain bergelut dengan kesibukan dunia yang membuat hati dan pikiran stres. Sedangkan para pembaca dan pengamal Al Qur’an, hatinya akan selalu diliputi ketentraman.

8. Mendapat Kesembuhan Dari Penyakit

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Hendaknya kamu menggunakan kedua obat-obatan; Madu dan Al Qur’an.” (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Mas’ud)

9. Memperoleh Kedudukan Yang Tinggi Dalam Surga

Bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: Dikatakan kepada pembaca al-Qur,an: “Bacalah (al-Qur’an), naiklah (pada derajat-derajat surga) dan bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya dengan tartil di dunia. Sesungguhnya kedudukan derajatmu sehingga kadar akhir ayat yang engkau baca.” (HR. Ahmad).

10. Orang Yang Membaca Al Quran Seperti Orang Yang Bersedekah

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Orang yang membaca Al Qur’an terang-terangan seperti orang yang bersedekah terang-terangan. Orang yang membaca Al Quran secara tersembunyi seperti orang yang bersedekah secara sembunyi.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’i).

11. Dikeluarkan Dari Kegelapan

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah dan Al Qur’an sesungguhnya ia adalah cahaya kegelapan, petunjuk di siang hari maka bacalah dengan sungguh-sungguh.” (HR. Baihaqi)

Dikeluarkan dari kegelapan menuju cahaya adalah nikmat yang sangat besar. Dikeluarkan dari kesesatan pada hidayah adalah nikmat yang sangat besar. Nikmat yang tidak bisa ditukar dengan emas yang memenuhi seluruh dunia. Maka mengapa kita menyia-nyiakan kitab pembawa cahaya dalam kegelapan ini?

12. Menjadi Bagian Dari Keluarga Allah

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: “Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga dari kalangan manusia. Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ditanya: ’Siapa mereka wahai Rasulullah?’ Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab: ’Mereka adalah Ahlul Qur’an, mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang khusus-Nya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Inilah Alasan Kenapa Sebagai Muslim Harus Bisa Baca Al-Quran

Inilah Alasan Kenapa Sebagai Muslim Harus Bisa Baca Al-Quran

Inilah Alasan Kenapa Sebagai Muslim Harus Bisa Baca Al-Quran

Sahabat, mungkin sebagian dari anda ada yang belum bisa membaca Al-Quran. Tentu tidak mengapa jika anda masih belum bisa saat ini. Akan tetapi, ini akan menjadi masalah jika anda memang tidak ingin BISA membaca Al-Quran dengan baik

Mengapa? Sederhananya karena di dalam Al-Quran berada semua petunjuk kehidupan seorang muslim. Mulai dari lahirnya hingga anda bertemu ajal.

Tapi tentu anda jangan dulu percaya apa yang saya katakan. Akan tetapi percayai apa kata Tuhan anda dalam Al-Quran dan Hadis RasulNya

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mengerjakan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri”.

(Faathir:29-30).

Dalam kitab Shahihnya, Imam Al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Hajjaj bin Minhal dari Syu’bah dari Alqamah bin Martsad dari Sa’ad bin Ubaidah dari Abu Abdirrahman As-Sulami dari Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ .

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.”

Masih dalam hadits riwayat Al-Bukhari dari Utsman bin Affan, tetapi dalam redaksi yang agak berbeda, disebutkan bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

إِنَّ أَفْضَلَكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ .

“Sesungguhnya orang yang paling utama di antara kalian adalah yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.”

Dalam dua hadits di atas, terdapat dua amalan yang dapat membuat seorang muslim menjadi yang terbaik di antara saudara-saudaranya sesama muslim lainnya, yaitu belajar Al-Qur`an dan mengajarkan Al-Qur`an. Tentu, baik belajar ataupun mengajar yang dapat membuat seseorang menjadi yang terbaik di sini, tidak bisa lepas dari keutamaan Al-Qur`an itu sendiri.

Al-Qur`an adalah kalam Allah, firman-firman-Nya yang diturunkan kepada Nabi-Nya melalui perantara Malaikat Jibril Alaihissalam. Al-Qur`an adalah sumber pertama dan acuan utama dalam ajaran Islam. Karena keutamaan yang tinggi inilah, yang membuat Abu Abdirrahman As-Sulami –salah seorang yang meriwayatkan hadits ini– rela belajar dan mengajarkan Al-Qur`an sejak zaman Utsman bin Affan hingga masa Al-Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi.

Hadis ini menunjukkan akan keutamaan membaca Alquran. Suatu ketika Sufyan Tsauri ditanya, manakah yang engkau cintai orang yang berperang atau yang membaca Alquran? Ia berkata, membaca Alquran, karena Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya kepada orang lain”.

Al Hafiz Ibnu Katsir dalam kitabnya Fadhail Quran halaman 126-127 berkata: [Maksud dari sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkan kepada orang lain” adalah, bahwa ini sifat-sifat orang-orang mukmin yang mengikuti dan meneladani para rasul.

Mereka telah menyempurnakan diri sendiri dan menyempurnakan orang lain. Hal itu merupakan gabungan antara manfaat yang terbatas untuk diri mereka dan yang menular kepada orang lain.

“Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur’an adalah seperti buah Utrujjah yang baunya harum dan rasanya enak. Perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah kurma yang tidak berbau sedang rasanya enak dan manis.

Perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur’an adalah seperti raihanah yang baunya harum sedang rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti hanzhalah yang tidak berbau sedang rasanya pahit.” (Riwayat Bukhari & Muslim)

“Sesunggunya Allah swt mengangkat derajat beberapa golongan manusia dengan kalam ini dan merendahkan derajat golongan lainnya.” (Riwayat Bukhari & Muslim)

“Bacalah Al-Qur’an karena dia akan datang pada hari Kiamat sebagai juru syafaat bagi pembacanya.” (Riwayat Muslim)

“Dikatakan kepada pembaca Al-Qur’an, bacalah dan naiklah serta bacalah dengan tartil seperti engkau membacanya di dunia karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca.” (Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’I)

“Barangsiapa membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isinya, Allah memakaikan pada kedua orang tuanya di hari kiamat suatu mahkota yang sinarnya lebih bagus dari pada sinar matahari di rumah-rumah di dunia. Maka bagaimana tanggapanmu terhadap orang yang mengamalkan ini.” (Riwayat Abu Dawud)

tentu tidak ada yang memaksa diri anda untuk bisa membaca Al-Quran dengan baik. Karena pada dasarnya itu Perintah Allah dan Rasulnya. Hal yang perlu anda lakukan jika masih beriman pada 6 Rukun Iman. Karena itu, jika anda ingin memperbaiki bacaan Al-Quran anda, kami siap membantu anda dengan senang hati silahkan klik di SINI 

Selain itu dalam Al-Qur`an disebutkan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk membaca Al-Qur`an dengan tartil,

ورتل القرءان ترتيلا . (المزمل : (4)

“Dan bacalah Al-Qur`an dengan setartil-tartilnya.” (Al-Muzzammil: 4)

Adapun maksud dari mengajarkan Al-Qur`an, yaitu mengajari orang lain cara membaca Al-Qur`an yang benar berdasarkan hukum tajwid. Sekiranya mengajarkan ilmu-ilmu lain secara umum atau menyampaikan sebagian ilmu yang dimiliki kepada orang lain adalah perbuatan mulia dan mendapatkan pahala dari Allah, tentu mengajarkan Al-Qur`an lebih utama.

Kami tentu tidak berani merekomendasikan apa-apa kepada anda agar bisa belajar baca Al-Quran dengan baik. Tetapi jika anda memang ingin menyempurnakan bacaan anda, silahkan KLIK DI SINI

Ceritakan Sejarah Turunnya Al-Quran di Hati Anak

Ceritakan Sejarah Turunnya Al-Quran di Hati Anak

Ceritakan Sejarah Turunnya Al-Quran, Tanamkan Cinta di Hati Anak

Sejarah Al-Quran memang patut kita ketahui. Hal ini sebagai salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk menanamkan cinta di hati terhadap Al-Quran.

 

KINI tak sedikit orang yang mulai lupa terhadap keberadaan Al-Quran. Padahal, Al-Quran adalah salah satu selain sunnah Rasulullah ﷺ yang bisa kita jadikan sebagai sumber kehidupan. Segala permasalahan hidup dapat kita atasi dengan mempelajari Al-Quran. Sebab, Al-Quran adalah kunci dari penyelesaian masalah.

 

Al-Quran hadir sebagai petunjuk. Jika petunjuk itu tidak kita gunakan, apakah kita bisa tahu mana jalan yang benar? Kalau pun bisa, itu berkat ridha Allah SWT. Tapi, sedikit sekali bahkan mungkin tidak akan ada orang yang selamat jika tidak mempelajari petunjuknya.

 

Oleh sebab itulah, jika kita ingin selamat dalam menjalankan kehidupan ini, pelajarilah Al-Quran. Baca dan pahami makna dari Al-Quran. Cintai Al-Quran sebagaimana kita mencintai orang-orang terkasih. Bagaimana caranya?

 

Salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap Al-Quran, yakni dengan mengetahui sejarahnya. Dan hal ini bisa kita terapkan kepada anak-anak kita. Anak pasti senang bila disuguhi cerita. Bahkan, tidak hanya anak, orang dewasa pun demikian. Terlebih jika gaya penyampaian ceritanya menarik.

 

Kita merujuk sirah yang shahih, agar kisah yang hendak kita sampaikan bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Al-Quran adalah kalamullah, firman Allah SWT yang diturunkan kepada Rasulullah ﷺ dengan perantara malaikat Jibril. Al-Quran pertama kali diturunkan di gua Hira pada bulan Ramadhan. Surat yang pertama kali turun adalah Al-Alaq: 1-5.

 

Rasulullah ﷺ yang telah terbiasa merenung di gua Hira, tiba-tiba didatangi sosok berpakaian putih yang berkata, “Bacalah!”

Karena tidak mengetahui apa yang mesti dibaca, beliau ﷺ pun menjawab, “Aku tidak bisa membaca.”

Sosok misterius itu kembali berkata, “Bacalah!”

Beliau ﷺ pun kembali menjawab, “Aku tidak bisa membaca.”

 

Karena jawaban beliau ﷺ tetap seperti semula, sesosok misterius itu kemudian memeluk dan mengajarinya hingga mahir. “Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Rabbmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya,” (QS. Al-Alaq: 1-5).

 

Sejak itulah, Muhammad ﷺ resmi diangkat oleh Allah SWT menjadi nabi dan Rasul-Nya. Usia beliau ﷺ saat itu 40 tahun. Setelah mengalami kejadian itu, beliau ﷺ pulang ke rumah dalam kondisi menggigil, hingga minta diselimuti oleh istrinya, Khadijah, dan seterusnya dan seterusnya.

 

Semakin menarik gaya penyampaian kita dalam mengisahkannya, insya Allah akan menanamkan rasa cinta di hati anak terhadap Al-Quran.

 

Mari, Ceritakan Sejarah Turunnya Al-Quran, Tanamkan Cinta di Hati Anak

Tiada Kata Terlambat Membaca Al-Quran

Tiada Kata Terlambat Membaca Al-Quran

Apakah Anda percaya dengan ungkapan ”  Tiada Kata Terlambat Membaca Al-Quran ”

Tiada Kata Terlambat Membaca Al-Quran

 

Peluang Belajar Membaca Al-Quran

Dari Aisyah radhiallahu ‘anhu, katanya: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

”Orang yang membaca Al-Qur’an dengan mahir adalah bersama para malaikat yang mulia lagi taat, sedangkan orang yang membaca Al-Quran dengan tergagap dan susah membacanya baginya dua pahala. ”(Hadits Muttafaq ‘Alaih).

Subhanallah…Dua pahala, yakni pahala membaca dan pahala susah payahnya.
Saudaraku,Ketika kita dihadapkan pada peluang belajar Al Qur’an, sering muncul gangguan-gangguan yang akhirnya membuat kita mundur dan menunda-nunda peluang tersebut. Dan mungkin selalu ada saja alasan yang seakan masuk akal, sehingga kita tidak lagi merasa bersalah ketika mengabaikan tugas yang sangat penting ini.

1. Sudah terlalu tua

Di antara kita mungkin ada yang beralasan, bahwa kita sudah terlambat dalam belajar. Masa-masa keemasan kita sudah lewat. Kita sudah terlalu tua untuk dapat mengingat ayat-ayat Al Qur’an dengan baik. Lidah kita sudah terlalu kaku untuk dapat melafalkan huruf dengan fashih.

Padahal tahukah kita, bahwa Rasulullah mulai menghafal Al Qur’an di usia 41 tahun? Tahukah kita bahwa rata-rata usia para sahabat ketika mulai belajar Al Qur’an adalah 30 tahun? Di antara mereka bahkan ada yang mantan perampok, pembunuh, pemerkosa atau pelacur, sementara mereka juga adalah kaum buta huruf? Allahlah yang telah menutup dosa-dosa mereka dengan maghfirohNya. Kemuliaan dan keberkahan akan lahir berkat perjuangan mereka sendiri. Allah berfirman,

Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sehingga mereka mau merubah diri mereka sendiri.

Ada pepatah mengatakan,

Belajar di masa kecil seperti mengukir di atas batu, sementara belajar di masa tua seperti mengukir di atas air

Ini adalah pepatah yang benar adanya. Tapi bukan berarti ia menjadi pembenaran atas berdiam dirinya kita dari upaya ini. Mengukir di atas air memang susah, tapi bukan sesuatu yang mustahil. Kemauan yang kuat akan membekukan air menjadi es. Kerja keras akan menjadikannya karya yang indah. Dan kontinyuitas akan menjaganya sepanjang usia kita. Jadi, masihkah alasan itu kita pergunakan?

2. Kesibukan yang menyita

Alasan kesibukan adalah alasan yang paling sering kita kemukakan. Kita merasa bahwa waktu kita sudah habis oleh ini dan itu. Ketika kita bermaksud untuk belajar Al Qur’an di sebuah halaqoh, tiba-tiba kita menemukan bahwa di waktu tersebut kita memiliki kegiatan yang jauh lebih penting. Akhirnya kita menyerah oleh keadaan. Dan kitapun —lagi-lagi— meninggalkan keinginan tersebut.

Benarkah kita sudah tak memiliki waktu lagi?

Hitunglah berapa jam waktu tidur kita… Berapa jam waktu yang kita habiskan di perjalanan… Juga jam-jam istirahat kita dan jam-jam bersenda gurau dengan orang lain…

Sudahkah semua itu sebanding dengan ibadah harian yang kita kerjakan? Sudahkah kita berlaku adil terhadap waktu kita? Tak bisakah kita menyisihkan waktu untuk Al Qur’an meskipun hanya sesaat? Benarkah tak bisanya kita adalah karena kehabisan waktu?
Allah berfirman dalam sebuah hadits qudsi,

“Barang siapa yang disibukkan Al Qur`an hingga tidak sempat berdzikir dan meminta kepadaKu, niscaya akan Aku berikan sesuatu yang lebih utama dari apa yang telah Kuberikan pada orang-orang yang meminta…”

3. Yang penting pemahaman

Sering ada orang yang bertanya kepada saya ketika ia ingin bergabung dengan halaqoh Al Qur’an. Di antara pertanyaan tersebut adalah, “Apakah belajar Al Qur’an di sini disertai tafsirnya atau hanya belajar membaca saja?”. Sungguh disayangkan ketika akhirnya banyak di antara mereka yang membatalkan keinginannya, hanya karena di sini tidak menyediakan program Tafsir Al Qur’an secara resmi.

Bagi orang yang menganggap bahwa memahami Al Qur’an lebih utama dari membacanya, atau mungkin sebaliknya, cukuplah baginya hadits-hadits Rasulullah berikut ini,

“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an, maka baginya satu kebaikan. Satu kebaikan akan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan alif laam miim itu satu huruf, melainkan alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.”

“Sikap iri tidak diperbolehkan kecuali terhadap dua hal; seseorang yang di beri Al Qur’an oleh Allah kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang hari…”

“Orang yang pandai membaca Al Qur’an akan bersama para malaikat yang mulia dan taat, sementara orang yang membaca Al Qur’an dengan terbata-bata serta merasa kesulitan akan mendapatkan dua pahala.”

“Bacalah Al Qur’an! Sesungguhnya Al Qur’an akan datang pada hari kiamat menjadi pemberi syafa’at bagi sahabat-sahabatnya”

“Dikatakan kepada Shohib Al Qur’an, ‘Bacalah! Naiklah (ke surga) dan nikmatilah (bacaan Al Qur’anmu) sebagaimana kamu menikmati bacaan Al Qur’an di dunia! Sesungguhnya kedudukanmu (di surga) sesuai dengan akhir ayat yang kamu baca.”

Ketahuilah bahwa nilai membaca Al Qur’an, menghafal dan memahaminya adalah sama di hadapan Allah. Membaca adalah kunci pembuka menuju pemahaman. Dan pemahaman akan meyakinkan kita tentang keharusan menghafal Al Qur’an.

Sesungguhnya masih banyak lagi alasan-alasan lain yang sering melintas di benak kita, yang telah dan akan terus menghalangi kita dari belajar dan berinteraksi dengan Al Qur’an. Tapi kita cukupkan pembahasan tentang hal ini, karena semua alasan itu sesungguhnya hanya alasan yag dipaksakan.

Yang perlu kita perbaiki adalah hati. Jika hati baik, maka baik yang lainnya. Jika hati rusak, maka rusak seluruhnya. Di antara penyebab kerusakan hati adalah apa yang diungkapkan oleh Rasulullah,

“Seseorang yang tak ada sedikitpun Al Qur’an dalam hatinya seperti rumah yang rusak”

 

Intinya, Tiada Kata Terlambat Membaca Al-Quran

Manfaat Surat Ar-Rahman

Manfaat Surat Ar-Rahman
 

 

Alhamdulillah. Segala puji bagi Ar-Rahman, Dzat Yang Maha Pengasih. Selawat serta salam kita sampaikan kepada Sayyidina Muhammad yang terkasih.

Surat yang kita bahas manfaat dan keutamaannya kali ini adalah surah Ar-Rahman. Banyak sekali orang yang menjadikan surat dengan urutan nomor 55 di Al-Quran ini sebagai surat favorit. Ada beragam alasan yang membuat mereka menyukai surat ini, kebanyakan karena makna yang tersirat di dalamnya sangatlah ‘mengena’ pada hati, ditambah lagi dengan susunan ayat yang terasa sangat indah apabila umpama sya’ir atau bahkan lebih dari itu.

Namun, ternyata yang berkaitan dengan surat ini bukan hanya itu saja, melainkan ada juga manfaat serta kisah menarik yang masih belum terlepas dari pembahasan seputar surah Ar-Rahman. Penasaran? Yuk kita simak pembahasan surat yang memiliki susunan ayat nan indah ini.

Manfaat Membaca Surah Ar-Rahman

Manfaat Surat Ar-Rahman

kaheel7.com

Tidaklah Allah SWT menurunkan ayat melainkan agar kita mengambil hikmah serta pelajaran yang terkandung di dalam ayat tersebut. Baik ayat-ayat mengenai kisah kaum terdahulu maupun ayat tentang kabar gembira dan adzab.

Di dalam surat Ar-Rahman terdapat pembahasan mengenai beragam nikmat-nikmat dari Allah SWT yang telah dan akan diberikan kepada makhluk-makhluknya, terlebih khusus kepada golongan jin dan manusia. Yaitu nikmat-nikmat kehidupan di dunia dan nikmat-nikmat yang akan diberikan di surga apabila kita dapat memasukinya.

Apabila kita memperhatikan isi dan kandungan surat Ar-Rahman, maka akan kita dapati di dalamnya sekitar 40% lebih ayat yang sama, yang ayat tersebut merupakan sebuah sindiran kepada manusia dan jin yang sedikit bahkan tidak bersyukur kepada Dzat Yang Menciptakan mereka semua. Akan tetapi dengan sifat-Nya Yang Maha Pengasih, Allah tetap memberi nikmat (di dunia) tersebut kepada kita semua.

Dan memang begitulah keadaan manusia sebagaimana yang tertera dalam surat Al-Baqarah ayat 243;

Ayat di surat al-Baqoroh

quran.com

Artinya: Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.

Dengan begitu, di surat ini ada beberapa kesimpulan manfaat dalam kandungan apabila kita membaca surat ini.

  1. Mengingatkan diri kita kepada sifat Ar-Rahman milik Allah, yaitu Maha Pengasih. Allah senantiasa mengurus kebutuhan makhluk-makhluk yang walaupun mereka seringkali lupa kepada-Nya.
  2. Memberi tahu serta mengingatkan bahwa selain kita, terdapat makhluk Allah lainnya yang juga diberikan kewajiban untuk beribadah kepada Allah, yaitu golongan jin.
  3. Memberikan motivasi berharga kepada kita agar supaya terus bersemangat beribadah kepada Allah, karena balasan bagi orang yang berbuat kebaikan tidak lain hanyalah kebaikan pula, yakni surga yang penuh dengan kenikmatan.
  4. Mengingatkan kepada kita agar tidak kufur nikmat. Yaitu melupakan nikmat-nikmat yang diberikan oleh Allah, bahkan cenderung merasa apa yang ia dapat sekarang hanyalah hasil dari usahanya sendiri. Dan inilah sepertinya pesan yang paling ditekankan dalam surat Ar-Rahman.

    Keutamaan Surat Ar-Rahman

    Manfaat Surat Ar-Rahman

    Allah akan Menyayangi dan Meridhai Kita

    alam kita Tafsir Nur Ats-Tsaqalain, disebutkan bahwa;

    “Barangsiapa yang membaca surat Ar-Rahman, Allah akan menyayangi kelemahannya dan meridhai nikmat yang dikaruniakan padanya.”

    Inilah salah satu bentuk kasih sayang Allah yang sangat mudah kita dapatkan. Allah akan menyayangi kelemahan kita, maksudnya, Dia akan memberikan kelebihan lainnya kepada kita sebagai bentuk “pengganti” atas kekurangan yang kita miliki.

     


    Kisah Jin yang Dibacakan Surah Ar-Rahman

    Manfaat Surat Ar-Rahman

    accidentalcreativity.wordpress.com

    Selain beberapa manfaat membaca surah Ar-Rahman tadi, rupanya ada juga kisah yang masih memiliki hubung-kait dengan surat ini. Mari kita simak kisah yang dikutip oleh Ibnu Katsir Asy-Syafi’i dalam kitab tafsirnya.

    Suatu hari Rasulullah SAW menemui para sahabatnya lalu membaca surah Ar-Rahman dari awal sampai akhir, akan tetapi para sahabat hanya terdiam mendengarkan saja.

    Kemudian Rasululullah bersabda “Apabila aku membacakan surat Ar-Rahman ini kepada para Jin, maka setiap kali aku sampai pada ayat:

    ﻓﺒﺄﻱ ﺁﻻﺀ ﺭﺑﻜﻤﺎ ﺗﻜﺬﺑﺎﻥ

    “Maka nikmat Tuhanmu manakah lagi yang kamu dustakan?”

    Maka, mereka (golongan jin) akan menjawab:

    ﻻ ﺑﺸﻲﺀ ﻣﻦ ﻧﻌﻤﻚ – ﺭﺑﻨﺎ – ﻧﻜﺬﺏ ، ﻓﻠﻚ ﺍﻟﺤﻤﺪ

    “Tidak ada satupun dari nikmat-Mu -wahai Tuhan kami- yang kami dustakan, maka segala puji hanyalah milik-Mu.” (HR. At-Turmudzi)

    Download MP3 Surat Ar-Rahman

Keutamaan Membaca Al-Kahfi di Hari Jum’at

 

Stitched Panorama

Diantara hari yang paling dimuliakan Allah diantara hari-hari lainnya adalah hari jum’at. Sebagai bukti akan kemuliaan hari tersebut, Allah mentakdirkan beberapa kejadian besar terjadi pada hari tersebut. Dan juga ada beberapa amalan yang dikhususkan pada siang dan malam harinya, terlebih khusus untuk pelaksanaan shalat Jum’at serta amalan-amalan sunnah yang mengiringinya.

Rasulullah SAW bersabda,

إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ قُبِضَ وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيهِ الصَّعْقَةُ

Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling afdhal adalah hari Jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan dan diwafatkan, dan pada hari itu juga ditiup sangkakala dan akan terjadi kematian seluruh makhluk.” (HR. Abu Dawud, an Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan al Hakim dari hadits Aus bin Aus)

Dalam artikel sebelumnya telah kami bahas mengenai keutamaan membaca Al-Quran secara umum. Silakan baca di sini: Keutamaan Seseorang yang Menghafal Al-Quran.

Diantara sunnah-sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan pada hari jum’at, terdapat anjuran untuk membaca surat Al-Kahfi.

Membaca Surah Al-Kahfi

membaca surat al kahfi

tiie.org

Terdapat banyak riwayat yang dapat dipercaya (shahih) yang menjelaskan khasiat serta manfaat dari surat ini. Berikut beberapa riwayat hadits tentang surat Al-Kahfi.

  1. Diriwayatkan dari Sahabat Abu Sa’id al-Khudri -semoga Allah meridhoinya-, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:مَنْ َقَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ“Barangsiapa membaca yang surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan cahaya untuknya sejauh antara dirinya dia dan Baitul ‘Atiq (Ka’bah).” (Sunan Ad-Darimi, no. 3273.)
  2. Dalam riwayat lain masih dari Abu Sa’id al-Khudri –radhiyallahu ‘anhu-,مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ أَضَآءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ“Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jum’at.” (HR. Al-Hakim: 2/368 dan Al-Baihaqi: 3/249. Imam Ibnu Hajar Al-‘Asqalani mengomentari hadits ini dalam Takhrij al-Adzkar, “Hadits hasan.” Beliau menyatakan bahwa hadits ini adalah hadits paling kuat tentang surat Al-Kahfi.)
  3. Dari Abdullah bin Umar –radhiyallahu ‘anhuma-, berkata: Rasulullah SAW bersabda,مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ سَطَعَ لَهُ نُوْرٌ مِنْ تَحْتِ قَدَمِهِ إِلَى عَنَانِ السَّمَاءَ يُضِيْءُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَغُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ“Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua jumat.”

Masya Allah, sangat besar manfaat membaca surat Al-Kahfi, khususnya pada hari jum’at. Terutama tentang cahaya yang akan menerangi kita pada hari kiamat.

Kapan Waktu Membaca Surah Al-Kahfi agar Mendapat Keutamaannya?

Sunnah membaca Al-Kahfi dapat dilaksanakan sejak ba'da maghrib hari kamis.

daphotographer.deviantart.net

Apabila kita tengok kembali hadits di atas tadi, maka sudah cukup jelas mengenai kapan seharusnya kita membaca surat Al-Kahfi. Yakni pada malam jum’at atau terhitung sejak setelah shalat Maghrib pada hari kamis sampai maghrib di hari jum’at.

Imam Asy-Syafi’i -radhiyallahu ‘anhu- dalam kitab Al-Umm mengatakan bahwa membaca surah Al-Kahfi bisa dilakukan pada malam Jum’at dan siangnya berdasarkan riwayat tentangnya. (Al-Umm, Imam asy-Syafi’i: 1/237).

Mengenai hal ini, al-Hafizh Ibnul Hajar -semoga Allah meridhoinya- mengungkapkan dalam kitab Amali miliknya: Demikian riwayat-riwayat yang ada menggunakan kata “hari” atau “malam” Jum’at. Maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud “hari” temasuk malamnya. Demikian pula sebaliknya, “malam” adalah malam jum’at dan siangnya. (Lihat: Faidh al-Qadir: 6/199).

Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi di Hari Jum’at

manfaat membaca al kahfi mendapatkan cahaya di hari kiamat.

wired.co.uk

Dari beberapa riwayat yang sudah disebutkan di atas, ada satu balasan yang dijanjikan bagi orang yang membaca surat Al-Kahfi pada hari jum’at atau malam jum’atnya akan diberikan cahaya. Dan cahaya ini akan diberikan pada hari kiamat, yang memanjang dari bawah kedua telapak kakinya sampai ke langit. Hal ini menunjukkan panjangnya jarak cahaya yang diberikan kepadanya, hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala:

يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ

“Pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka.” (QS. Al-Hadid: 12)

Balasan kedua bagi orang yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at berupa ampunan dosa antara dua Jum’at. Dan boleh jadi inilah maksud dari disinari di antara dua Jum’at. Karena nurr(cahaya) ketaatan akan menghapuskan kegelapan maksiat, seperti firman Allah Ta’ala:

إن الحسنات يُذْهِبْن السيئات

Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (QS. Huud: 114)

Artikel Terkait: Cara dan Niat Shalat Qashar

Kaitan Surat Al-Kahfi dengan Fitnah Dajjal

al-kahfi menangkal dajjal

whatisquran.com

Manfaat lain surat Al-Kahfi yang telah dijelaskan NabiSAW adalah untuk menangkal fitnah Dajjal. Yaitu dengan membaca dan menghafal beberapa ayat dari surat Al-Kahfi. Sebagian riwayat menerangkan sepuluh yang pertama, sebagian keterangan lagi sepuluh ayat terakhir.

Imam Muslim meriwayatkan dari hadits al-Nawas bin Sam’an yang cukup panjang, yang di dalam riwayat tersebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Maka barangsiapa di antara kamu yang mendapatinya (mendapati zaman Dajjal) hendaknya ia membacakan atasnya ayat-ayat permulaan surat al-Kahfi.”

Dalam riwayat Muslim yang lain, dari Abu Darda’ -semoga ALlah meridhoinya-, bahwa Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa yang membaca sepuluh ayat dari permulaan surat al-Kahfi, maka ia dilindungi dari Dajjal.” Yakni dari huru-haranya.

Imam Muslim berkata, Syu’bah berkata, “Dari bagian akhir surat al-Kahfi.” Dan Hammam berkata, “Dari permulaan surat al-Kahfi.” (Shahih Muslim)

Imam Nawawi berkata, “Sebabnya, karena pada awal-awal surat al-Kahfi itu tedapat/ berisi keajaiban-keajaiban dan tanda-tanda kebesaran Allah. Maka orang yang merenungkan tidak akan tertipu dengan fitnah Dajjal. Demikian juga pada akhirnya, yaitu firman Allah:

أَفَحَسِبَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ يَتَّخِذُوا عِبَادِي مِنْ دُونِي أَوْلِيَاءَ

“Maka apakah orang-orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku?” [QS. Al-Kahfi: 102] (Lihat Syarah Muslim milik Imam Nawawi: 6/93)

Surat Al-Waqi’ah, Khasiat serta Keutamaannya

 

 

 

 

 

 

 

 

Assalamu’alaykum wr.wb

Segala puji bagi Allah yang telah masih memberi kesempatan kepada kita semua untuk saling belajar dan berbagi ilmu. Shalawat serta salam mari kita sampaikan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW beserta istri-istri, keluarga, sahabat serta pengikut beliau yang setia hingga hari kiamat.

Keutamaan Membaca Al-Quran

Al-Qur’an, sebagai kitab yang diberikan oleh Allah Ta’ala kepada Nabi Muhammad SAW banyak mengandung keutamaan serta khasiat bagi kita sebagai manusia sebagaimana yang telah disebutkan di banyak ayat di Quran. Berikut ini salah satunya,

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاء وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ وَلاَ يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إَلاَّ خَسَار

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang zalim selain kerugian.” (QS Al-Isrâ’ [17]:82)

Artikel Terkait: Keutamaan Membaca Al-Quran

Di dalam Al-Quran sendiri, hampir setiap surat secara khusus mempunyai keutamaan serta manfaat masing-masing. Sebagaimana judul yang tertera, kali ini kami akan menuliskan keutamaan serta khasiat surat Al-Waqi’ah.

Keutamaan Surat Al-Waqi’ah

Telah diriwayatkan oleh Imam Baihaqi, bahwasannya Sayyidina Abdullah bin Mas’ud -semoga Allah meridhoinya- berkata,

“Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah setiap malam, maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan.”


 

“Wahai Rasulullah, tampak dirimu mulai beruban.” Rasulullah -SAW- menjawab, “Yang (membuatku) beruban adalah surat Huud, Al-Waqi’ah, Al-Mursalat, An-Naba dan At-Takwir“. (HR Imam Tirmidzi, beliau berkata hadits ini hasan ghorib)

Ibnu Katsir juga mengatakan bahwa Al-Hafizh Ibnu ‘Asakir mempunyai riwayat mengenai kisah dari Abdullah bin Mas’ud.

Ketika Abdullah bin Mas’ud -semoga Allah meridhoinya- menderita sakit, beliau dijenguk oleh Sayyidina ‘Utsman bin ‘Affan dan bertanya, “Apa yang engkau rasakan?” Ibnu Mas’ud menjawab, “Dosa-dosaku.” ‘Utsman kembali bertanya, “Apa yang engkau inginkan?” Abdullah menjawa, “Rahmat Tuhanku.” ‘Utsman berkata, ”Apakah perlu aku datangkan dokter untukmu?” Abdullah menjawab, ”Dokter membuatku sakit.” ‘Utsman berkata, ”Apakah perlu aku datangkan kepadamu pemberian?” Abdullah menjawab, ”Aku tidak membutuhkannya.” Utsman berkata,”(Mungkin) untuk putri-putrimu sepeningalmu membutuhkannya?”

Abdullah bin Mas’ud menjawab, ”Apakah engkau mengkhawairkan kemiskinan menimpa putri-putriku? Sesungguhnya aku telah memerintahkan putri-putriku membaca surat Al-Waqi’ah setiap malam. Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw bersabda, ”Barangsiapa yang membaca surat al Waqi’ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan selama-lamanya.”


Penjelasan mengapa seseorang bisa terlepas dari kemiskinan karena ayat ini barangkali bisa kita tafsirkan dengan melihat isi surat Al-Waqi’ah itu sendiri. Isi surat Al-Waqi’ah adalah menggambarkan mengenai kondisi hari kiamat serta keadaan penduduk surga dan penduduk neraka.

Sebagai seorang Muslim, hendaknya kita tidak merasa bahwa diri kita aman dari siksa neraka. Maka dari itu, ketika membaca ayat-ayat mengenai siksa neraka, kita dianjurkan untuk berdoa kepada Allah agar Dia melindungi kita dari siksa api neraka dan memohon ampun kepada-Nya.

Nah, dengan memperbanyak istighfar itulah Allah akan membukakan pintu-pintu rezeki bagi kita, Insya Allah. Begitulah kesimpulan yang kami ambil. Barangkali memang ada khasiat tersendiri sebagaimana yang telah disebutkan oleh Nabi, maka Allah Maha Kuasa untuk berkehendak seperti itu.

Memang ada hadits-hadits lemah mengenai keutamaan surat ini. Hadits-hadits lemah tersebut sama sekali tidak mengurangi keutamaan surat Al-Waqiah yang sudah disebutkan di atas tadi, justeru ia boleh dijadikan tambahan untuk motivasi kita dalam membaca surat Al-Waqi’ah ini.

 

Manfaat serta Keutamaan Surat Al-Mulk

 

 

 

 

Pada pembahasan yang sebelumnya, yakni tentang keutamaan membaca Al-Quran, sudah dijabarkan panjang lebar mengenai manfaat dan keutamaan membaca Al-Qur’an secara umum. Sekarang kita akan membahas satu surat diantara surat-surat yang mempunyai keutamaan dan manfaat secara tersendiri, yaitu surat Al-Mulk.

Al-Mulk adalah surat dengan nomor urut 67 dan terdapat pada permulaan juz 29 dan terdiri dari 30 ayat. Arti dari Al-Mulk sendiri adalah Kerajaan. Kerajaan yang dimaksud di sini adalah kerajaan langit dan bumi milik Allah Ta’ala sebagai simbol ke-Maha Raja-an Allah. Surat ini diturunkan sebelum periode hijrah sehingga termasuk surat Makkiyyah.

Meskipun surat Al-Mulk ‘hanya’ berjumlah 30 ayat atau sekitar 2 setengah halaman, jangan dianggap ini surat biasa. Karena banyak riwayat yang mengungkapkan bahwa ada keutamaan dan manfaat yang akan didapat dari surat ini jika kita senantiasa membaca dan mentadabburinya.

Diantara Surat yang Diperhatikan Nabi SAW

lambang cinta kepada surat al-mulk

fanpop.com

Sebelum memulai membahas manfaat dan keutamaannya, kita perlu tahu terlebih dahulu dengan amalan yang bagaimana agar manfaat itu bisa kita rasakan.

Dari Jabir bin Abdillah berkata, “Rasululullah tidak tidur pada malam hari sehingga dia membaca (Alif Laam Miim, Tanzil) dan (Tabaaraka Biyadihil Mulku).” (HR Tirmidzi).

Nah, perhatikan, agar manfaat dan keutamaan dari surat ini dapat kita dapat, ada amalan khusus yang perlu dilakukan yang dicontohkan oleh Nabi SAW. Yakni surat ini harus senantiasa dibaca setiap hari.

Syafaat bagi Para Pembacanya

katahatimutiara.wordpress.com

Diantara manfaat dan keutamaan yang paling besar dari surat ini adalah ia menjadi salah satu diantara surat-surat di dalam Al-Quran yang mendapat keutamaan untuk memberi syafaat bagi para pembacanya. Hal ini sebagaimana yang tercantum di dalam hadits berikut;

“Dari Abu Hurairah -semoga Allah meridhoinya- Dari Nabi SAW, beliau bersabda,

‘Ada surat di dalam Al-Qur’an yang terdiri dari tiga puluh ayat yang akan memberi syafa’at bagi yang membacanya, sampai ia diampuni, yaitu, ‘Tabaarakalladzii biyadihil mulku.. (surat Al-Mulk)”. (HR Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad)

Hadits ini semakna dengan hadits lain dari Anas bin Malik -semoga Allah meridhoinya- bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Satu surat dalam Al-Qur’an yang hanya (terdiri dari) tiga puluh ayat yang akan membela orang yang selalu membacanya (kelak di hadapan Allah Ta’ala) sehingga dia dimasukkan ke dalam surga, yaitu surat: “Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan (Al-Mulk)”.

Disamping itu ada riwayat lain mengenai kisah sahabat Abdullah bin Abbas -semoga Allah meridhoinya- yang juga memberitahu mengenai keutamaan ini.

Dari Ibnu Abbas -semoga Allah meridhoinya-, dia berkata kepada seseorang, “Apakah kamu mau aku bacakan hadits yang membuat kamu berbahagia?”

Orang itu menjawab, “Tentu.”

Lalu Ibnu Abbas berkata,

“Bacalah surat Tabaarakalladzii bi yadihil mulku wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadir (Al-Mulk) hafalkan lalu ajarkanlah kepada keluargamu, anakmu orang-orang dalam rumahmu, dan tetanggamu. Sesungguhnya, surat tersebut memberi keselamatan dan syafa’at pada hari kiamat di hadapan Allah Swt. bagi orang yang membacanya. Surat ini akan memohon kepaa Allah Swt. agar menyelamatkannya dari azab neraka dan Allah akan menyelamatkan orang yang suka membacanya dari azab neraka.” (Musnad ‘Iid ibn Humaid)

Penghalang Adzab Kubur

liang lahat

muslimminang.wordpress.com

Selain diberi syafa’at di akhirat nanti, salah satu keutamaan seseorang yang membaca secara rutin surat Al-Mulk adalah ia akan mendapatkan perlindungan dari adzab kubur. Mari kita simak penjelasan dari seorang murid sekaligus sahabat Rasulullah SAW, Ibnu Mas’ud -semoga Allah meridhoinya-.

night-lights-in-the-sky-17049

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud, ia berkata, “Barangsiapa membaca “Tabarokalladzi bi yadihil mulk” (surat Al Mulk) setiap malam, maka Allah akan menghalanginya dari siksa kubur. Kami di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menamakan surat tersebut “Al-Mani’ah” (penghalang dari siksa kubur). Dia adalah salah satu surat di dalam Kitabullah. Barangsiapa membacanya setiap malam, maka ia telah memperbanyak dan telah berbuat kebaikan.” (HR. An Nasai dalam Al Kabir 6/179 dan Al Hakim. Hakim mengatakan bahwa sanad hadits tersebut shahih)

Keutamaan Belajar, Membaca dan Menghafal Al-Qur’an

Dalam Al-Qur’an, Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاء لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ
”Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit yang ada di dada, dan rahmat bagi orang-orang mukmin.” (QS Yûnus [10]:57).
 
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاء وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ وَلاَ يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إَلاَّ خَسَار

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang zalim selain kerugian.” (QS Al-Isrâ’ [17]:82)


Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah diberi berbagai macam mukjizat dari Allah SWT. Baik itu mukjizat lahir maupun bathin. Diantara mukjizat bathin yang tidak nampak orang lain diantaranya adalah peristiwa isra’ mi’raj dan pengelihatan beliau kepada masa depan (nubuwwah). Sedangkan mukjizat lahir yang dapat dilihat orang lain terdapat proses pembelahan dada beliau oleh malaikat Jibril AS, tangan yang diberkahi yang membuat seekor kambing kurus lagi kelaparan dapat mengalirkan air susu dari putingnya dengan sentuhan tangan beliau dan lain sebagainya.

Mukjizat di atas adalah mukjizat yang hanya nampak dan dapat dirasakan ketika Nabi SAW masih hidup di antara sahabat -semoga Allah meridhoi mereka) dan kita tidak dapat mengetahui kecuali dari hadits yang diriwayatkan.

Namun, diantara mukjizat yang diturunkan di zaman Nabi SAW dan para sahabatnya terdapat satu mukjizat yang paling besar lagi agung yang masih dapat kita jumpai dan kita rasakan keberkahannya. Yakni kitab suci Al-Qur’an. Jika kita mau memahami proses diturunkannya Al-Qur’an, kita akan mengerti mengapa Kalamullah ini disebut mukjizat yang besar.

Bayangkan saja, seorang yang Ummi atau tidak dapat membaca dan menulis yang tinggal di satu kampung di tengah gurun yang mana baru sedikit sekali pengikut agama Ahli Kitab hadir di sana, dapat ‘menyusun’ ayat-ayat yang isinya sangat berbobot lagi indah, yang bahkan para penyair sendiri mengakui keindahan susunan kata di dalamnya. Di kitab umat Islam ini juga terdapat kisah tentang kisah umat terdahulu yang sebelumnya tidak dikenal di masyarakat Quraisy kecuali para pemeluk agama samawi yakni Yahudi dan Nasrani.

Itu tadi baru proses keajaiban bagaimana Al-Qur’an dapat hadir di tengah umat Islam, nah sekarang kita akan membahas tentang keutamaan dari isi kitab yang terjaga orisinalitasnya hingga hari kiamat nanti.

Manfaat Membaca Al-Quran Secara Umum

alquran-recitation.com

Ada beberapa manfaat membaca Al-Quran secara umum (tidak khusus terhadap satu surat) untuk para pembacanya.

1. Menjadi Syafaat di Yaumil Hisab

Dari Abi Umamah ra. Ia berkata :

“Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Bacalah olehmu Al-Quran, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafaat pada hari kiamat bagi para sahabatnya”. (HR Muslim)

Yang dimaksud sahabat Al-Quran adalah orang-orang yang senantiasa berinteraksi dengannya. Baik itu membaca, menghafal, mentadabburi, mengajarkan dan sebagainya. Orang-orang yang dekat dengan Al-Quran ini kelak pada hari penghitungan amal akan mendapat ‘bantuan’ dari Al-Quran. Ia akan datang menjadi saksi bagi kita.

2. Sebaik-baik Mukmin

Diriwayatkan dari Sayyidina ‘Utsman bin Affan -semoga Allah meridhainya-, Rasulullah SAW bersabda:

“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Quran dan yang mengajarkannya”. (HR Al-Bukhari)

Hadits ini menjadi penyemangat bagi para pengajar dan penuntut ilmu khususnya dalam ilmu yang berkaitan dengan ilmu Al-Quran. Seperti belajar membaca, menghafal, ilmu tafsir dan lain-lain.

3. Memberi Ketenangan Jiwa

Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala di surat Ar-Ra’d ayat ke-28:

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram”.

Mengingat Allah (dzikir) dapat menenangkan hati dan fikiran kita ketika kita sedang galau dan gelisah. Dan diantara dzikir yang paling utama adalah dengan membaca Al-Quran.

4. Mendapat Rahmat serta Naungan dari Malaikat

Hal ini bersandarkan kepada hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, yakni:

“Tidaklah suatu kaum berkumpul di suatu masjid daripada masjid-masjid Allah, sedangkan mereka membaca Al-Quran dan mempelajarinya kecuali akan turun kepada mereka ketenteraman, mereka diliputi dengan rahmat, malaikat mengelilingi mereka dan Allah menyebut-nyebut mereka dihadapan makhluk yang ada disisi-Nya.”

5. Mendapat Pahala Istimewa Membaca Al-Quran

“Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah maka akan memperoleh satu kebaikan. Setiap satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf.” (HR Tirmidzi)

Pahala membaca Al-Quran sangat spesial karena ketika kita membaca Al-Quran pada hakikatnya kita sedang membaca perkataan Allah (kalamullah). Bayangkan saja, membaca satu huruf Al-Quran saja sudah mendapat 10 ganjaran kebaikan dari Allah Ta’ala. Bagaimana kalau kita membaca satu baris, satu halaman, sepuluh halaman, satu juz atau bahkan meng-khatam-kan Al-Quran?

6. Mendapat Derajat yang Tinggi

“Orang yang ahli dalam membaca Al-Quran akan bersama dengan para malaikat pencatat yang mulia lagi taat. Dan orang yang terbata-bata ketika membaca Al-Quran dan dia bersusah payah mempelajarinya, maka baginya dua pahala.” (HR Bukhari)

Orang-orang yang sudah pandai membaca Al-Quran derajatnya disandingkan bersama para malaikat yang mulia. Dan orang yang masih belajar diganjar dengan pahala tambahan 2 pahala. Artinya dalam satu huruf, orang yang mau belajar membaca Al-Quran akan mendapatkan 20 pahala sekaligus.

7. Penawar Sakitnya Hati

Penyakit hati adalah penyakit yang bersifat batiniyah atau rohaniyah. Contoh penyakit hati seperti sombong, riya, ujub, dan lain sebagainya. Dengan membaca Al-Quran, penyakit hati secara perlahan dapat dibersihkan. Hal ini sesuai dengan hadits riwayat Imam Al-Baihaqi yang berbunyi:

Dari Abdullah bin Umar -semoga Allah meridhainya-, Rasulullah bersabda,

“Sesungguhnya hati ini (bisa) berkarat sebagaimana besi apabila terkena air.”

Seorang sahabat bertanya, ‘Bagaimana cara menghilangkan karat tersebut, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab:

“Perbanyak dzikir dan membaca Al-Quran.“

Di dalam Al-Quran terdapat beberapa ayat yang menjelaskan bahwa ia bisa menjadi obat penawar penyakit yang ada dalam dada. Yang dimaksud dengan penyakit yang ada dalam dada adalah penyakit hati.

Keutamaan Surat-surat di Dalam Al-Quran

Selain daripada keutamaan membaca Al Quran secara umum di atas, ada beberapa ayat dan surat yang mendapat keutamaan secara khusus lainnya. Diantaranya Surat Al Waqiah, Yasin, Ar-Rahman, Al-Mulk dan Al-Kahfi yang akan kita bahas dalam artikel berikutnya.

Update:

Keutamaan Surat Al-Mulk
Keutamaan Surat Al-Kahfi
Keutamaan Surat Yasin
Keutamaan Surat Al-Waqi’ah

 

 

 

 

 

Pentingnya Kita Bersyukur beserta Balasannya

Pentingnya Kita Bersyukur beserta Balasannya


Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,
Alhamdulillah Wassholatu was salam wa ‘ala asyrofil anbiyaa’i wal mursalin, wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’iin.

Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas betapa pentingnya syukur itu. Syukur merupakan suatu pengabdian kita pada tuhan kita yang Maha Agung, Allah SWT. Sekarang sudah banyak orang yang tidak memikirkan syukur. Seperti, memiliki harta namun enggan ber-shodaqoh.

Al Quran secara tegas menyatakan bahwa manfaat bersyukur adalah untuk manusia itu sendiri.
Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu: Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Al Luqman : 31).

Ayo, bangkitkan rasa syukur kita. Bagaimana dengan saudara kita diPalestina? Tidak sempat untuk bersenang-senang dan ada yang berlatih berperang walaupun berusia masih kecil… Bagaimana dengan yang di Suria? Baru ingin mengaji, sudah di-bom.
Lalu, bagaimana dengan kita yang masih dapat facebook-an sampai lupa waktu, malas-malasan hingga main game?

Kita seharusnya janganlah mengingat Allah di kala sedih saja, namun bersyukurlah sewaktu senang maupun sedih. Perlu diketahui, semakin banyak kita bersyukur, semakin bertambah pula rezeki dan rahmat yang Allah SWT berikan pada kita.
Sebagai manusia, kita diciptakan oleh Allah untuk beribadah pada-Nya. Beribadah itulah wujud syukur kita kepada Allah.
Kita tidak dapat membandingkan nikmat-Nya dengan apapun. Sampai seorang professor yang pakar-pun tidak dapat menghitung nikmat-nikmat Allah karena saking banyaknya atau tidak terhingga.

Seperti nikmat islam, iman, sehat, hidup, dan lainnya. Manfaat bersyukur, diantaranya sebagai berikut,

a.   Allah SWT akan menambah nikmat-Nya.
Janji Allah bahwa Dia akan menambah nikmat yang telah diberikan jika kita mensyukurinya.
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim : 7)

b.   Allah SWT tidak menyiksa hamba yang bersyukur dan beriman.
Jika seorang hamba adalah orang beriman dan selalu bersyukur maka Allah Swt tidak akan menyiksa hamba itu. Bahkan, Allah Swt memberi pahala atas amal-amalnya, menambahkan nikmat-Nya, dan memaafkan kesalahannya.
Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah Swt adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nisa : 147)

c.   Manfaat bersyukur kembali pada diri sendiri.
Sejatinya orang bersyukur akan merasakan manfaatnya bagi dirinya sendiri, berupa ketenangan, kedamaian, kebahagiaan hidup. Jika kita tahu bahwa balasannya adalah untuk kita sendiri tentu sepanjang hidup kita akan selalu bersyukur.
“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu: ‘Bersyukurlah kepada Allah, dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Luqman : 12)

d.   Bersyukur dapat melestarikan nikmat.
Dengan bersyukur, Allah Swt akan melestarikan nikmat tersebut kepada hamba-Nya dan tidak mencabut nikmat terebut darinya.
Sebagaimana sabda Rasulullah Saw:
Bersyukur atas nikmat Allah Swt akan melestarikan nikmat tersebut.” (HR. ad-Dailami)

(siksaan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah Swt sekali-kali tidak akan mengubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Swt Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Anfaal : 53)

e.   Memiliki derajat yang sama dengan orang puasa.
Rasulullah Saw bersabda,
Orang yang makan dan pandai bersyukur sama derajatnya dengan orang puasa yang sabar.” (HR. Tirmidzi)

f.    Balasan bersyukur adalah mendapat nikmat.
“Sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS. Al-Qamar : 35)

g.   Allah Swt memperlihatkan tanda kebesaran-Nya bagi hamba yang bersyukur.
Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.” (QS. Al-A’raaf : 58)

h.   Allah SWT pasti memberi balasan orang yang bersyukur.
Orang yang bersyukur pasti akan mendapatkan balasan dari Allah Swt, baik di dunia maupun di akhirat.
Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS. Ali Imran : 145)

Ingat-ingatlah berapa dosa-dosa yang telah kita perbuat? Banyak sekali! Seperti melihat aurat, merugikan orang lain, menunda shalat. Mari kita bertaubat atas kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat dan tunjukkan bukti-bukti syukur kita kepada Allah dengan beribadah pada-Nya dengan bersungguh-sungguh.

 

Rahasia Senyum Muhammad saw

Ketika Anda membuka lembaran sirah kehidupan Muhammad saw., Anda tidak akan pernah berhenti kagum melihat kemuliaan dan kebesaran pribadi beliau saw.

Sisi kebesaran itu terlihat dari sikap seimbang dan selaras dalam setiap perilakunya,  sikap beliau dalam menggunakan segala sarana untuk meluluhkan kalbu setiap orang dalam setiap kesempatan.

Sarana paling besar yang dilakukan Muhammad saw. dalam dakwah dan perilaku beliau adalah, gerakan yang tidak membutuhkan biaya besar, tidak membutuhkan energi berlimpah, meluncur dari bibir untuk selanjutnya masuk ke relung kalbu yang sangat dalam.

Jangan Anda tanyakan efektifitasnya dalam mempengaruhi akal pikiran, menghilangkan kesedihan, membersihkan jiwa, menghancurkan tembok pengalang di antara anak manusia!. Itulah ketulusan yang mengalir dari dua bibir yang bersih, itulah senyuman!

Itulah senyuman yang direkam Al Qur’an tentang kisah Nabi Sulaiman as, ketika Ia berkata kepada seekor semut,

“Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; Dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. An Naml:19

Senyuman itulah yang senantiasa keluar dari bibir mulia Muhammad saw., dalam setiap perilakunya. Beliau tersenyum ketika bertemu dengan sahabatnya. Saat beliau menahan amarah atau ketika beliau berada di majelis peradilan sekalipun.

فهذا جرير -رضي الله عنه- يقول -كما في الصحيحين-: ما حَجَبني رسولُ الله -صلى الله عليه وسلم- منذُ أسملتُ، ولا رآني إلا تَبَسَّم في وجهي.

Diriwayatkan dari Jabir dalam sahih Bukhari dan Muslim, berkata, “Sejak aku masuk Islam, Rasulullah saw tidak pernah menghindar dariku. Dan beliau tidak melihatku kecuali beliau pasti tersenyum kepadaku.”

Suatu ketika Muhammad saw. didatangi seorang Arab Badui, dengan serta merta ia berlaku kasar dengan menarik selendang Muhammad saw., sehingga leher beliau membekas merah. Orang Badui itu bersuara keras, “Wahai Muhammad, perintahkan sahabatmu memberikan harta dari Baitul Maal! Muhammad saw. menoleh kepadanya seraya tersenyum. Kemudian beliau menyuruh sahabatnya memberi harta dari baitul maal kepadanya.”

Ketika beliau memberi hukuman keras terhadap orang-orang yang terlambat dan tidak ikut serta dalam perang Tabuk, beliau masih tersenyum mendengarkan alasan mereka.

يقول كعب -رضي الله عنه- بعد أن ذكر اعتذار المنافقين وحلفهم الكاذب: فَجِئْتُهُ فَلَمَّا سَلَّمْتُ عَلَيْهِ تَبَسَّمَ تَبَسُّمَ الْمُغْضَبِ، ثُمَّ قَالَ «تَعَالَ» . فَجِئْتُ أَمْشِي حَتَّى جَلَسْتُ بَيْنَ يَدَيْهِ.

Ka’ab ra. berkata setelah mengungkapkan alasan orang-orang munafik dan sumpah palsu mereka:

“Saya mendatangi Muhammad saw., ketika saya mengucapkan salam kepadanya, beliau tersenyum, senyuman orang yang marah. Kemudian beliau berkata, “Kemari. Maka saya mendekati beliau dan duduk di depan beliau.”

Suatu ketika Muhammad saw. melintasi masjid yang di dalamnya ada beberapa sahabat yang sedang membicarakan masalah-masalah jahiliyah terdahulu, beliau lewat dan tersenyum kepada mereka.

Beliau tersenyum dari bibir yang lembut, mulia nan suci, sampai akhir detik-detik hayat beliau.

– يقول أنس -كما في الصحيحين-: بينما الْمُسْلِمُونَ في صَلاَةِ الْفَجْرِ مِنْ يَوْمِ الإِثْنَيْنِ وَأَبُو بَكْرٍ يُصَلِّي بَهُمْ لَمْ يَفْجَأْهُمْ إِلاَّ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَدْ كَشَفَ سِتْرَ حُجْرَةِ عَائِشَةَ، فَنَظَرَ إِلَيْهِمْ وَهُمْ فِي صُفُوفِ الصَّلاَةِ. ثُمَّ تَبَسَّمَ يَضْحَكُ!

Anas bin Malik berkata diriwayatkan dalam sahih Bukhari dan Muslim, “Ketika kaum muslimin berada dalam shalat fajar, di hari Senin, sedangkan Abu Bakar menjadi imam mereka, ketika itu mereka dikejutkan oleh Muhammad saw. yang membuka hijab kamar Aisyah. Beliau melihat kaum muslimin sedang dalam shaf shalat, kemudian beliau tersenyum kepada mereka!”

Sehingga tidak mengherankan beliau mampu meluluhkan kalbu sahabat-shabatnya, istri-istrinya dan setiap orang yang berjumpa dengannya!

Menyentuh Hati

Muhammad saw. telah meluluhkan hati siapa saja dengan senyuman. Beliau mampu “menyihir” hati dengan senyuman. Beliau menumbuhkan harapan dengan senyuman. Beliau mampu menghilangkan sikap keras hati dengan senyuman. Dan beliau saw. mensunnahkan dan memerintahkan umatnya agar menghiasi diri dengan akhlak mulia ini. Bahkan beliau menjadikan senyuman sebagai lahan berlomba dalam kebaikan. Rasulullah saw.  bersabda,

فقال: (وتبسمك في وجه أخيك صدقة) رواه الترمذي وصححه ابن حبان.

“Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah.” At Tirmidzi dalam sahihnya.

Meskipun sudah sangat jelas dan gamblang petunjuk Nabi dan praktek beliau langsung ini, namun Anda masih banyak melihat sebagaian manusia masih berlaku keras terhadap anggota keluarganya, tehadap rumah tangganya dengan tidak menebar senyuman dari bibirnya dan dari ketulusan hatinya.

Anda merasakan bahwa sebagian manusia -karena bersikap cemberut dan muka masam- mengira bahwa giginya bagian dari aurat yang harus ditutupi! Di mana mereka di depan petunjuk Nabi yang agung ini! Sungguh jauh mereka dari contoh Nabi muhammad saw.!

Ya, kadang Anda melewati jam-jam Anda dengan dirundung duka, atau disibukkan beragam pekerjaan, akan tetapi Anda selalu bermuka masam, cemberut dan menahan senyuman yang merupakan sedekah, maka demi Allah, ini adalah perilaku keras hati, yang semestinya tidak terjadi. Wal iyadzubillah.

Pengaruh Senyum

Sebagian manusia ketika berbicara tentang senyuman, mengaitkan dengan pengaruh psikologis terhadap orang yang tersenyum. Mengkaitkannya boleh-boleh saja, yang oleh kebanyakan orang boleh jadi sepakat akan hal itu. Namun, seorang muslim memandang hal ini dengan kaca mata lain, yaitu kaca mata ibadah, bahwa tersenyum adalah bagian dari mencontoh Nabi saw. yang disunnahkan dan bernilai ibadah.

Para pakar dari kalangan muslim maupun non muslim melihat seuntai senyuman sangat besar pengaruhnya.

Dale Carnegie dalam bukunya yang terkenal, “Bagaimana Anda Mendapatkan Teman dan Mempengaruhi Manusia” menceritakan:

“Wajah merupakan cermin yang tepat bagi perasaan hati seseorang. Wajah yang ceria, penuh senyuman alami, senyum tulus adalah sebaik-baik sarana memperoleh teman dan kerja sama dengan pihak lain. Senyum lebih berharga dibanding sebuah pemberian yang dihadiahkan seorang pria. Dan lebih menarik dari lipstik dan bedak yang menempel di wajah seorang wanita. Senyum bukti cinta tulus dan persahabatan yang murni.”

Ia melanjutkan, “Saya minta setiap mahasiswa saya untuk tersenyum kepada orang tertentu sekali setiap pekannya. Salah seorang mahasiswa datang bertemu dengan pedagang, ia berkata kepadanya, “Saya pilih tersenyum kepada istriku, ia tidak tau sama sekali perihal ini. Hasilnya adalah saya menemukan kebahagiaan baru yang sebelumnya tidak saya rasakan sepanjang akhir tahun-tahun ini. Yang demikian menjadikan saya senang tersenyum setiap kali bertemu dengan orang. Setiap orang membalas penghormatan kepada saya dan bersegera melaksanakan khidmat -pelayanan- kepada saya. Karena itu saya merasakan hidup lebih ceria dan lebih mudah.”

Kegembiraan meluap ketika Carnegie menambahkan, “Ingatlah, bahwa senyum tidak membutuhkan biaya sedikitpun, bahkan membawa dampak yang luar biasa. Tidak akan menjadi miskin orang yang memberinya, justeru akan menambah kaya bagi orang yang mendapatkannya. Senyum juga tidak memerlukan waktu yang bertele-tele, namun membekas kekal dalam ingatan sampai akhir hayat. Tidak ada seorang fakir yang tidak memilikinya, dan tidak ada seorang kaya pun yang tidak membutuhkannya.”

Betapa kita sangat membutuhkan sosialisasi dan penyadaran petunjuk Nabi yang mulia ini kepada umat. Dengan niat taqarrub ilallah -pendekatan diri kepada Allah swt.- lewat senyuman, dimulai dari diri kita, rumah kita, bersama istri-istri kita, anak-anak kita, teman sekantor kita. Dan kita tidak pernah merasa rugi sedikit pun! Bahkan kita akan rugi, rugi dunia dan agama, ketika kita menahan senyuman, menahan sedekah ini, dengan selalu bermuka masam dan cemberut dalam kehidupan.

Pengalaman membuktikan bahwa dampak positif dan efektif dari senyuman, yaitu senyuman menjadi pendahuluan ketika hendak meluruskan orang yang keliru, dan menjadi muqaddimah ketika mengingkari yang munkar.

Orang yang selalu cemberut tidak menyengsarakan kecuali dirinya sendiri. Bermuka masam berarti mengharamkan menikmati dunia ini. Dan bagi siapa saja yang mau menebar senyum, selamanya ia akan senang dan gembira. Allahu a’lam

Keutamaan Sholat Dhuha; Bukan Untuk Rezeki

keutamaan-sholat-dhuha

Keutamaan sholat dhuha seringkali dikaitkan dengan rezeki. Jika kamu mencari artikel tentang keutamaan sholat dhuha di Google, hampir semua pembahasan menjurus tentang rezeki. Bahkan banyak sekali motivator bisnis yang sangat menganjurkan untuk rutin melakukan sholat dhuha dengan tujuan melancarkan rezeki. Namun tahukah kamu, sebenarnya tidak ada dalil yang mengatakan bahwa sholat dhuha dapat memperlancar rezeki.

Namun, apa sajakah keutamaan-keutamaan sholat dhuha yang sebenarnya? Simak ulasannya berikut:

KEUTAMAAN SHOLAT DHUHA PERTAMA: SEBAGAI PENGGANTI SEDEKAH

“Pada pagi hari, setiap persendian salah seorang dari kalian wajib bershadaqah; setiap tasbih adalah shadaqah, setiap tahmid adalah shadaqah, setiap takbir adalah shadaqah, menyuruh berbuat baik adalah shadaqah, melarang dari yang mungkar adalah shadaqah, dan itu semua cukup dengan dua raka’at shalat Dhuha yang ia kerjakan”. (HR. Muslim)

Dari hadist ini jelas dikatakan bahwa kita wajib untuk melakukan sedekah setiap harinya. Namun jika kita tidak mampu untuk melakukan sedekah, kita bisa menggantinya dengan sholat dhuha sebanyak minimal 2 rakaat ¼ jam setelah munculnya matahari hingga ¼ jam sebelum masuk waktu sholat dzuhur.

Memang tidak ada dalil yang mengatakan bahwa keutamaan sholat dhuha adalah untuk melancarkan rezeki, namun ternyata sholat dhuha dapat mengganti sedekah dimana sedekah adalah amalan yang dapat memperlancar rezeki.

Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat. (Q.S Al-baqoroh 265)

KEUTAMAAN SHOLAT DHUHA KEDUA: KEMBALI TAAT

“Tidaklah menjaga shalat sunnah Dhuha melainkan awwab (orang yang kembali taat). Inilah shalat awwabin.” (HR. Ibnu Khuzaimah; hasan)

Orang-orang yang menjaga sholat dhuhanya setiap hari akan dianggap sebagai orang yang kembali taat di jalan kebaikan islam.

KEUTAMAAN SHOLAT DHUHA KETIGA: AKAN DITUNTASKAN SEMUA PERMASALAHAN SEPANJANG HARI

“Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad)

Dengan sholat dhuha sebanyak 4 rakaat (2×2), semua permasalahan kamu sepanjang hari insya allah akan lancar dan tuntas dengan hasil terbaik.

KEUTAMAAN SHOLAT DHUHA KEEMPAT: MENDAPATKAN PAHALA LAYAKNYA PERGI HAJI & UMRAH

“Barang siapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna..” (Shahih al-Jami`: 6346).

Bayangkan, hanya dengan menunaikan sholat dhua kamu bisa memperoleh pahala layaknya menunaikan ibadah haji dan umrah. Sungguh besar kenikmatan Allah s.w.t

KEUTAMAAN SHOLAT DHUHA KELIMA: AMAN DARI DOSA SEHARIAN

“Barangsiapa yang melakukan shalat dhuha maka akan di mapuni dosa-dosanya, sekalipun dosanya itu seperti buih di lautan. Sesuai dengan sebuah hadits Rasulullah yang di riwayatkan oleh Tirmidzi. Yaitu, ” Siapapun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, maka akan di ampuni dosa-dosanya oleh Allah. Sekalipun itu seperti buih di lautan.” [HR-Tirmidzi]

Keutamaan sholat dhuha yang terakhir adalah diampuninya dosa-dosa kamu selama 1 hari penuh. Jika setelah sholat dhuha kamu dengan tidak sengaja melakukan perbuatan dosa, maka dosa-dosa kamu akan diampuni dengan sendirinya.

Sungguh sangat disayangkan jika kita meninggalkan sholat dhuha, karena ini adalah sebuah kemudahan yang diberikan Allah s.w.t kepada umat islam. Dengan kemudahan-kemudahan yang diberikannya, tidak ada lagi alasan kita untuk mengeluh.

Keajaiban Sedekah Pada Anak Yatim

Keajaiban Sedekah Pada Anak Yatim –

 

Keutamaan Sedekah

Tengoklah surat Al An’aam ayat 160 yang berbunyi,
“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat, maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).”

Dari penjabaran ayat tersebut, Allah telah berjanji akan melipatgandakan segala bentuk amal perbuatan baik kita. Bahkan sampai sepuluh kali lipatnya.

Apakah kita pantas meragukan firman Allah SWT tersebut? Melengkapi rangkaian roadshownya ke berbagai daerah di Sumatra, beberapa tahun lalu, Ustad Yusuf Mansur memenuhi undangan salah satu pejabat Pulau Batam, H. Soerya Respationo, SH. Soerya, yang merupakan salah satu calon wakil gubernur ini (berpasangan dengan calon gubernur H. Nyat Kadir) dan istrinya Dra. Rekaveny adalah pasangan suami istri yang dikenal dermawan di Batam.

Mereka tak pernah sungkan menggelontorkan sejumlah uang dari kocek untuk membantu wong cilik. Bahkan Soerya mendapat julukan “Bapak Wong Cilik”,  Konon bisa sampai ratusan juta rupiah uang yang mereka alokasikan untuk membantu wong cilik Batam, setiap bulannya. Dan mereka melakukannya tanpa pilih-pilih dan tanpa pamrih. Mungkin itu sebabnya harta yang mereka miliki seolah tak habis sampai tujuh turunan.

 

Merasa memiliki kesamaan konsep dengan Ustadz Baihaki Al-Farizi, maka melalui Majelis Taklim Humairah yang dipimpin oleh Rekaveny sendiri, mereka sengaja mengundang ustadz pemilik pesantren Darusa’adah ini. Perhelatan besar ini termasuk mendadak. Kebetulan Ustadz Baihaki Al-Farizi sedang di kawasan Sumatra, alangkah baiknya jika ia bisa singgah di Batam.

Tapi kala itu keluarga Soerya-Venny sedang sibuk sosialisasi di masyarakat Kepri (Kepulauan Riau). Niat baik Yusuf sempat ditunda sehabis Pilkada. Tahunya Venny tetap menyelipkan hal ini di sela rapat Majelis Taklimnya. Acara yang sedianya akan diadakan kecil-kecilan, berkembang menjadi besar di Masjid Raya Batam. Langsung Venny dan anak buahnya mengatur semua, termasuk membuat undangan dan diumumkan di Batam Post sehari sebelumnya.

Alhamdulillah sambutan jamaah luar biasa, masjid disesaki ratusan ibu-ibu untuk mendengar taushiyah ustad baby face ini.

Dalam taushiyahnya itu, Ustadz Baihaki Al-Farizi menuturkan sebuah kisah yang membuka mata dan hati kita akan makna sedekah. Dahulu kala ada seorang Imam yang bernama Hasan Basri. Suatu hari ia kedatangan enam orang tamu. Namun sayangnya ia hanya mempunyai sebuah roti untuk disuguhkan. Tentu saja tak mungkin membagi sebuah roti itu untuk keenam tamunya. Tidak mau pusing, sang imam lantas memerintahkan pembantunya untuk menyedekahkan roti itu pada tetangganya yang lebih membutuhkan.

Tak lama kemudian datanglah seorang tamu lagi sambil membawa dua buah roti untuk Hasan Basri, tapi ditolaknya!

“Roti ini pasti salah alamat, ini bukan untukku.”

Jawab imam singkat, membuat tamu yang membawa roti tadi bingung dan pulang. Pembantu sang imam lantas bertanya, mengapa ia yakin sekali roti itu bukan untuknya.

“Karena kalau roti itu memang untukku, jumlahnya pasti sepuluh, bukan dua!” jawabnya lagi dengan tenang. Di tengah keheranan si pembantu, tamu yang membawa roti tadi kembali, kali ini telah menambahkan roti hadiahnya menjadi sepuluh buah.

Rupanya sebelum pulang tadi, ia sempat mengetahui kalau sang imam sedang kedatangan tamu. “Nah, ini benar untukku,” terima imam dengan senang hati.

Maka kesepuluh roti tadi dibagikan kepada keenam tamunya, pembantunya, seorang anaknya, dan dua sisanya disimpan.

Dari kisah tersebut Allah telah menunjukkan betapa maha kayanya Dia. Allah pasti akan memberikan balasan setimpal atas perbuatan baik kita. Bahkan Ustadz Baihaki Al-Farizi yakin benar kalau dalam waktu tujuh hari kita akan merasakan “hasil” dari sedekah kita.

“Banyak kejadian yang membuktikan itu. Dengan sedekah hutang menjadi lunas, miskin menjadi kaya, susah menjadi senang, masalah mendapat solusi.” Bebernya semangat.

Dari perjalanannya ke berbagai daerah, ustad ganteng yang suka memakai baju putih ini banyak menemukan fenomena keajaiban sedekah. Ketika sore harinya, menjelang Magrib, taushiyah dilanjutkan di kediaman Soerya, di kawasan Duta Mas,Ustadz Baihaki Al-Farizi lalu menuturkan beberapa kisah ajaib itu.

Ada seorang temannya yang bernama Mubalighun. Suatu ketika ia ditimpa masalah berat. Karena selalu berhutang dan dikejar debt collector, istrinya tidak tahan dan minta cerai. Nah, pada suatu malam senin, dia merasa dunia akan kiamat baginya, karena pada keesokan harinya rumahnya akan disita, istrinya menunggu di pengadilan agama, dan anak sulungnya akan dikeluarkan dari sekolah akibat terlalu lama menunggak bayaran.

“Pokoknya Mubalighun depresi berat dan bahkan berniat bunuh diri malam itu juga,” paparnya. Untungnya dia cepat beristighfar akan niat buruknya itu.

Semalaman dia merenung dan teringat masih punya simpanan sekitar tiga ratus ribu rupiah. Mengingat janji Allah di surat Al An’aam itu, malam itu juga ia bagikan uang itu pada fakir miskin. Masya Allah, esok paginya tanpa disangka ia kedatangan teman lamanya yang menawarkan pekerjaan, bahkan menyediakan dana awal sampai 25 juta rupiah.

Dana yang lebih dari cukup untuk melunasi hutang-hutangnya dan menyelamatkan rumahnya dari sitaan. Tak disangkanya lagi, sepulangnya dari bank untuk menerima uang itu, tiba-tiba istrinya sudah ada di rumah bersama anak bungsunya. Singkat cerita hari itu juga permasalahan Mubalighun selesai. Rumah tetap dimiliki, istri tak jadi menuntut cerai, dan anak sulungnya bisa tetap bersekolah. Padahal hanya 300 ribu rupiah yang disedekahkan Mubalighun, tapi lihatlah hasilnya, malah tak sampai tujuh hari.

Ada juga kisah seorang tukang bubur yang mengorbankan uangnya untuk biaya pengobatan orang tuanya. Apa yang terjadi? Begitu angka tabungannya di sebuah bank mencapai lima juta rupiah, ia mendapat hadiah sebuah mobil Mercy.

“Begitu banyak keajaiban yang terjadi gara-gara sedekah. Makanya sekarang jangan ragu sedekah. Jangan mikir uang tinggal sedikit, sedekahin saja. Justru semakin berat kita menyerahkan sejumlah uang untuk sedekah, Insya Allah balasan Allah semakin dasyat!”

Memang patokan tujuh hari itu tidak mutlak. Semua tetap tergantung Allah. Bisa lebih lama, bahkan lebih cepat. Tapi umumnya begitu. Syaratnya buka mata lebar-lebar untuk “merasakan” hasil sedekah itu. Yang jelas, faedah sedekah ada empat, yaitu dapat menolak bala, mendatangkan rezeki, menyembuhkan penyakit, dan memanjangkan umur.

“Kalau sampai tujuh hari kita merasa tidak mendapat apa-apa, bisa jadi kita dipanjangkan umur,” tambahnya lagi penuh keyakinan. Dalam kesempatan ini, Ny. Hasyimah, istri H. Nyat Kadir, membenarkan fenomena keajaiban sedekah. Suatu hari dalam sebuah acara ia ingin menyumbang sejuta, tapi entah kenapa rasanya berat sekali mengeluarkan uang itu. Akhirnya ia hanya menyumbang 500 ribu, namun apa yang didapatnya? Sejak itu ada saja uangnya keluar untuk berbagai keperluan. Jumlahnya sampai berlipat. Andai saja ia jadi menyumbang sejuta, ia yakin keadaannya tak akan seburuk itu.

Sedekah Untuk Membangun Usaha Spiritual Gaya ceramah ustad yang satu ini memang agak lain. Biasanya penceramah muncul dari depan atau samping panggung, ia justru datang dari belakang, menyapa jamaah paling belakang dan berjalan ke podium. Biasanya ia muncul sepuluh menit sebelum acara dimulai.

Dan gaya orasinya sangat provokatif, berapi-api, membakar semangat, membuat yang mendengarnya ingin langsung bertindak. Dalam berceramah, ia tak hanya berdiri kaku di mimbar, ia akan berjalan menghampiri penonton dan berdialog dengan mereka. Suasananya jadi dialogis dan akrab. Itulah sebabnya acara tersebut lebih tepat diadakan di ruangan tertutup dan tanpa kehadiran anak kecil.

“Karena saya membutuhkan kefokusan mereka. Dengan hadirnya anak kecil yang lari-lari misalnya, sudah beda konsentrasinya,” jelasnya.

Ia juga kerap melengkapi taushiyahnya dengan simulasi dan permainan, supaya lebih menarik dan menghibur. Tapi hasilnya luar biasa. Jangan heran kalau sekali ceramah di hotel berbintang, bisa ratusan juta terkumpul untuk sedekah.

“Yang nggak bawa uangpun tidak sungkan menyerahkan hp, jam tangan, perhiasan, cek, bahkan tak jarang banyak yang menenteng tangan saya menuju ATM,” ujarnya tertawa.

Uang dan barang yang terkumpul itu lalu ia serahkan ke panitia setempat untuk disumbangkan pada yang membutuhkan. Itu sengaja ia lakukan agar ia tak dicap sebagai ustad pembawa uang sedekah. Setiap insan perlu mempelajari ilmu sedekah. Meskipun terdengar sederhana dan simpel, tapi sedekah mampu membangun usaha spiritual.

Walaupun terdengar tak lazim tapi sedekah mampu membersihkan harta yang kita miliki dan mampu menggolkan proyek yang kita incar, Insya Allah. Ambillah contoh, anda sebagai seorang pengusaha sedang mengincar sebuah proyek. Biasanya dalam dunia bisnis, orang suka main sikut sana-sikut sini, menyogok, atau memakai uang pelicin.

Sekarang gantilah sogokan anda dengan membiayai seribu anak yatim piatu dan anak jalanan. Kalau kita boleh bergurau sama Allah, istilahnya kita menyogok-Nya. Insya Allah proyek itu gol. Karena Allah yang memiliki dunia dan seisinya, maka berharaplah dari-Nya, jangan dari manusia.

Apa yang bisa manusia berikan pada kita?

Sekarang bayangkanlah keuntungan yang akan anda dapatkan jika berhasil dalam suatu hal, maka langsung saja 2,5% nya disedekahkan dimuka.

Misalnya anda akan memperoleh seratus juta, maka sebelum memperoleh keuntungan itu, gelontorkanlah uang dari kocek anda sejumlah dua setengah juta rupiah untuk sedekah. Tidak besar, kan?

Kalaupun setelah sedekah, proyek anda tetap gagal, yakinlah ada hikmah dibalik itu dan yakinlah Allah akan menggantinya dalam bentuk lain. Karena Dia lebih tahu yang terbaik buat kita dan apa yang kita harapkan belum tentu yang terbaik. Hal ini pernah dialami oleh seorang pengusaha bijih plastik.

Saat itu ia ingin sekali tendernya di suatu wilayah tembus. Sebagai ganti sogokan ke pemda setempat, ia memilih sedekah. Namun apa yang terjadi? Ia tak mendapatkan tender tersebut. Kecewa? Pasti! Dan itu wajar dialami manusia. Di tengah kekecewaan itu ia mampir di sebuah restoran untuk makan siang.

Tanpa disangkanya salah seorang teman SMA-nya juga makan di sana dan ajaibnya mereka berusaha di bidang yang sama. Akhirnya terjalin kesepakatan di antara mereka untuk berbisnis dan si teman langsung meneken cek sebagai uang muka.

Subhanallah, bukankah ini bukti yang nyata?

Jadi, apa anda masih meragukan faedah sedekah? Bukan hanya orang kaya yang wajib sedekah, yang merasa miskinpun harus sedekah kalau menjadi kaya.

Sumber: http://www.amanahsedekah.com/2014/02/keajaiban-sedekah-pada-anak-yatim/

 

Al Quran Sebagai Pedoman Hidup

Al Quran sebagai pedoman hidup untuk mengatur semua yang berkaitan dengan perbuatan manusia di dunia. Dalam aspek hubungan diri sendiri, dengan Tuhannya dan dengan sesama manusia. Kini tuntunan agama Islam mulai dipinggirkan peranannya dari masyarakat, padahal kesejahteraan masyarakat tidak akan tercapai bila mereka tidak beriman dan bertakwa. Sebagaimana diketahui bersama, krisis akhlak sudah begitu melanda para remaja. Penyalahgunaan narkoba, kecanduan minuman keras, zina, begal motor, pergaulan bebas dan banyak lagi, merupakan akibat dari runtuhnya pondasi iman di dalam jiwa mereka.

Dengan menjadikan Al Quran sebagai pedoman kehidupan akan menghasilkan kesejahteraan, akhlak mulia dan peradaban bagi manusia. Hal tersebut mengharuskan seseorang untuk mengambil dan melaksanakan ketentuan-ketentuan dan syariah Islam. Berbagai interaksi yang dilakukan manusia, baik interaksi manusia dengan Tuhannya, dengan dirinya sendiri, ataupun dengan sesamanya.

Menjalani kehidupan di dunia merupakan sebuah perjalanan yang sikat menurut pandangan kaum muslimin. Tujuan hidup sebenarnya ialah menggapai ridho Allah SWT agar kehidupan kelak di akhirat berbahagia. Tapi banyak manusia terlena dengan pesona dunia, mereka rela meninggalkan pondasi dari Al Quran hanya untuk mengejar sesuatu yang bersifat sementara. Kehidupan yang kekal di akhirat ditukar dengan kesenangan yang hanya berlalu sekian waktu saja.

 

Al Quran Sebagai Pedoman Hidup

 

Firman Allah Swt merupakan petunjuk sekaligus menjadi dasar hukum bagi manusia dalam menggapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Mulai zaman Nabi Adam sampai Nabi Muhammad saw, utusan Allah Swt datang untuk menyampaikan ajaran Tuhan kepada umatnya. Sebagai manusia yang pasti menemui ajalnya atau meninggal dunia. Sepeninggal mereka, kehidupan umat manusia pasti akan kacau tanpa pegangan atau pedoman. Dengan diturunkannya kitab suci, maka umat manusia memiliki pedoman hidup walaupun mereka telah tiada.

Al Quran merupakan kitab suci yang sempurna, baik itu dalam hal mengatur kehidupan penganutnya, maupun dalam berinteraksi dengan Tuhannya dalam bentuk ritual ibadah yang secara wajib dikerjakan dalam tuntunannya. Semua ajaran Islam tersebut bersumber pada satu kitab suci tersebut. Pada zaman dulu semua persoalan dapat diselesaikan langsung oleh Rasulullah saw. Jika ada persoalan yang sulit dipecahkan, maka Allah memberi petunjuk melalui wahyu. Lalu setelah Nabi dan Rasul wafat, manusia perlu pedoman agar kehidupan mereka tidak berantakan.

Al Quran sebagai pedoman hidup manusia dan umat Muslim khususnya. Jika tanpa pegangan atau pedoman, maka manusia akan kehilangan arah. Perjalanan hidup penuh dengan berbagai persoalan, dari persoalan yang paling ringan sampai yang paling berat. Firman Allah yang dihimpun dalam sebuah kitab yang bernama Al Quran, menjadi petunjuk yang komplit bagi manusia dalam menjalin hubungan dengan Sang Khalik, dengan sesama manusia dan makhluk lainnya.

Sebagian hukum di dalam Al Quran hanya bisa dilakukan oleh negara, seperti hukum-hukum yang berkaitan dengan pemerintahan dan kekuasaan, ekonomi, sosial, pendidikan, politik luar negeri, sanksi pidana, dsb. Aturan tersebut tidak boleh dikerjakan individu dan hanya sah dilakukan oleh imam yakni pemerintah atau yang diberi wewenang. Oleh sebab itulah, menjadikan Al Quran sebagai petunjuk pedoman hidup, tidak bisa 100% kecuali sampai pada penerapan hukum-hukum syariah Islam dalam seluruh elemen kehidupan sepenuhnya.

Umat Islam membutuhkan Al Quran untuk menjalani hidup agar selamat dunia dan akhirat. Apabila manusia tidak mempunyai pedoman hidup, manusia itu akan berbuat sesukanya, bertingkah laku seperti hewan dan melakukan hukum rimba. Sebagai petunjuk agar selaras dalam menyimbangkan kehidupan antar manusia dan lainnya. Merupakan kalam Allah Swt, bukan sebuah syair, puisi ataupun ungkapan para pujangga. Kandungan, isi dan kemurniannya tetap terjaga sepanjang zaman. Kitab suci Al Quran merupakan panduan hidup manusia.

Membaca ayat suci Al Quran tidak sama dengan kita membaca buku dongeng. Ada beberapa aturan yang harus diperhatikan. Bila membaca dengan tidak benar, akan membuat orang yang mendengarnya tidak mendapat pahala. Sebab hukum membaca dan mendengarkan bacaan Al Quran adalah sama. Sebaiknya membaca sesuai dengan ilmu tajwid. Namun, hal terpenting ialah bisa mengamalkan apa-apa yang telah dibacanya tersebut yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Allah Swt telah menurunkan Al Quran sebagai pedoman hidup bagi manusia agar selamat dunia maupun akhirat kelak. Faktanya jika hanya memakai akal dan logika, manusia sering keliru mengenal Allah Swt. Untuk membantu manusia mengenalNya dengan maksimal, butuh adanya tuntunan dari Allah Ta’ala. Yaitu berupa wahyu yang diturunkan melalui utusanNya. Dengan adanya wahyu tersebut, maka manusia dengan mudah bisa mengenal Sang Khalik.

 

 

 

Sumber : Disini

Al-quran Pedoman Hidup

Assalamualaikum ikhwah dan akhawat sekalian,

Kita sudah mengetahui bahwa Al-Qur’an yang ada di tangan kita hari ini sama seperti Al-Qur’an yang dibaca oleh para sahabat dahulu. Sungguh Al-Qur’an telah menjadikan mereka sebuah generasi yang istimewa, namun :

  1. Adakah perubahan itu berlaku pada diri kita?
  2. Mengapa Al-Qur’an tidak dapat mengulangi kembali apa yang dilakukannya terhadap generasi terdahulu?
  3. Adakah sudah tidak wujud lagi orang-orang yang seperti mereka?

Sebenarnya, itulah yang sepatutnya berlaku kerana mu’jizat Al-Qur’an kekal abadi hingga ke hari kiamat, jadi kalau begitu maka kesalahan itu ada pada diri kita.

Di zaman ini kita dapat menemui Al-Qur’an di setiap rumah seorang muslim dan dapat mendengarkan siaran-siaran yang bermanfaat tentang kajian Al-Qur’an dan keislaman di berbagai saluran television dan radio. Bahkan di saat ini terdapat puluhan ribu atau ratusan ribu orang yang hafal Al-Qur’an yang mana belum pernah berlaku kepada generasi pertama umat ini (generasi sahabat), namun mengapa ummat ini tidak mendapatkan apa yang di dapatkan oleh para pendahulu mereka, padahal begitu besar perhatian kita terhadap Al-Qur’an?

Mengapa ini berlaku?

Hakikatnya kerana kita tidak memenuhi syarat-syarat yang kita perlukan agar Al-Qur’an menancapkan mu’jizatnya pada diri kita dan agar ia mengubah diri kita.

Perhatian kita terhadap Al-Qur’an hanya sebatas perhatian terhadap lafaz-lafaznya sahaja di mana perkataan “Mengajarkan Al-Qur’an” juga disempitkan maknanya dengan mengajarkan huruf-huruf dan cara pengucapan yang benar tanpa mengajarkan kandungannya.

Begitu juga yang menjadi pendorong utama dalam membacanya disebabkan ingin memperolehi pahala yang banyak tanpa memperhatikan makna-makna di sebalik ayat-ayat itu. Makna-makna yang jika seseorang merenungkannya akan membuatkannya merasa lega dari kepenatan dunia saat ia membaca Al-Qur’an.

Sungguh aneh keadaan diri kita ketika merasa begitu senang melihat betapa ramai dari kita yang membaca tanpa mengetahui kandungannya bahkan sudah menjadi kebiasaan kita, mencari siaran-siaran Al-Qur’an kemudian membiarkan qari’ melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dan meninggalkannya bersama dinding, sedangkan kita disibukkan kembali oleh pekerjaan kita.

 

AKIBAT KELALAIAN TERHADAP AL-QUR’AN

 

Cara berinteraksi yang salah dengan Al-Qur’an menyebabkan kita tidak mampu memetik manfaat yang sebenarnya dari Al-Qur’an, maka apakah akibat yang akan berlaku?

Ketika kita tidak mampu mendapatkan cahaya Al-Qur’an, maka kemu’jizatan Al-Qur’an pun akan berhenti. Mu’jizat berupa perubahan yang nyata bagi jiwa-jiwa manusia, disebabkan semakin jauhnya jurang pemisah antara kewajiban yang mesti kita lakukan dan kelalaian diri kita antara ucapan dan perbuatan, maka pada ketika itu berubah pula tujuan hidup kita dan bertambahlah kecintaan dan kebergantungan kita terhadap dunia. Akhirnya berlakulah sunnatullah yang terjadi ke atas umat-umat sebelum kita.

“Yang demikian (siksaan) itu adalah kerana sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkannya kepada sesuatu kaum , hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri ,dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Anfal : 53)

Begitu pula berlakulah apa yang diramalkan oleh Rasulullah saw dalam suatu haditsnya :

“Kamu akan dikerumuni oleh berbagai golongan sebagaimana makanan dikerumuni oleh orang-orang yang kelaparan, salah seorang di antara sahabat bertanya, “Apakah waktu itu kita sedikit wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Bahkan jumlah kamu banyak, tapi kamu bagai buih di lautan, kerana Allah telah mencabut rasa takut dari hati musuh-musuh kamu dan menanamkan pada hati kamu penyakit al-wahn.” “Wahai Rasulullah apa itu al-wahn?” “Cinta dunia dan takut akan kematian.”

 

KEMBALI KEPADA AL-QUR’AN

 

Dari sini kita telah mengetahui dengan jelas bahwa sudah sampai masanya untuk kembali kepada Al-Qur’an, maka :

  1. Sambutlah jamuannya.
  2. Arahkanlah wajah kita kepadanya.
  3. Tinggalkanlah kesibukan diri kita untuknya.

Sekaranglah masanya untuk memulai perubahan baru dalam diri kita agar berlaku janji Allah, sebagaimana yang Allah sebutkan dalam Al-Qur’an :

“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS Ar-Ra’ad : 11)

Ketahuilah bahwa tidak mungkin memulakan perubahan selain melalui pintu Al-Qur’an dan permulaan selain Al-Qur’an tidak akan membuahkan hasil yang kita inginkan.

Kenapa demikian?

Ini adalah kerana Al-Qur’an adalah ubat yang diturunkan oleh Allah untuk mengubati penyakit-penyakit yang ada dalam diri manusia dan mengembalikan kesihatannya dalam hatinya.

Allah swt berfirman :

 

“Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS Yunus : 57)

BAGAIMANA KITA MENGAMBIL MANFAAT DARI AL-QUR’AN?

 

Tidak ragu lagi, barangsiapa yang meyakini bahwa Al-Qur’an itu merupakan perkataan Allah yang ditujukan untuk dirinya, yang setiap lembarannya mengandungi kunci-kunci keselamatan dunia dan akhirat, maka ia dapat mengubah dirinya dalam keadaan yang bagaimanapun dengan izin Allah swt dan tidak ragu lagi bahwa ia tidak memerlukan seseorang yang menunjukkan wasilah-wasilah untuk membantunya mengambil manfaat dari Al-Qur’an kerana ia dengan sendirinya telah bersedia untuk menerima arahan-arahan dari Al-Qur’an yang akan mengubah dirinya.

Namun, jika kita merasa begitu sukar pada permulaannya untuk melakukan perkara yang demikian, disebabkan kebiasaan kita berinteraksi dengan Al-Qur’an dengan cara yang salah yang menjadi pembatas antara kita dan Al-Qur’an atau yang sentiasa menghalangi kita mengambil manfaat yang sebenarnya dari Al-Qur’an, maka untuk kembali kepada Al-Qur’an, kita memerlukan wasilah-wasilah dan cara-cara yang praktikal yang akan membantu kita untuk :

  1. Memusingkan wajah kita kepada Al-Qur’an.
  2. Menerima jamuan pestanya.
  3. Masuk ke alam dan projek Al-Qur’an beserta tahapannya.

Wasilah-wasilah yang penting untuk membantu merealisasikan perkara ini, di antaranya :

  1. Menyibukkan diri dengan Al-Qur’an.
  2. Menyiapkan keadaan yang sesuai.
  3. Membaca secara perlahan.
  4. Teliti dalam membaca.
  5. Bertindakbalas terhadap ayat-ayat yang kita baca.
  6. Menjadikan makna sebagai tujuan.
  7. Mengulang-ulangi ayat-ayat yang menyentuh hati.

PERTAMA : MENYIBUKKAN DIRI DENGAN AL-QUR’AN

Etinya, menjadikannya sebagai satu-satunya yang menyibukkan kita, pusat perhatian dan keutamaan kita dan untuk menjadikannya seperti itu maka mestilah dengan membiasakan untuk membacanya setiap hari walau dalam keadaan yang bagaimana sekalipun. Dengan kata lain, kita kena banyak meluangkan waktu untuk Al-Qur’an.

Disebabkan perubahan yang dilakukan oleh Al-Qur’an adalah perubahan yang lambat, tenang dan bertahap maka untuk dapat memetik hasilnya diperlukan penerusan dalam berinteraksi dengannya dan tidak membiarkan satu hari pun berlalu tanpa membacanya.

Ketahuilah, sebanyak mana kita memberikan waktu untuk Al-Qur’an maka sebanyak itu pulalah Al-Qur’an memberikan cahayanya kepada kita. Barangsiapa yang mampu berinteraksi dengannya berulang kali dalam satu hari maka ia telah meraih tongkat kemenangan.

 

KEDUA : MENYIAPKAN KEADAAN YANG SESUAI

 

Supaya Al-Qur’an melakukan perubahan pada diri kita maka kita mesti menyiapkan keadaan  yang tepat untuk menyambutnya, di antaranya mencari tempat sepi yang jauh dari kebisingan sebagai tempat kita bertemu dengannya.

Tempat yang tenang akan membantu kita untuk :

  1. Lebih teliti dalam membaca.
  2. Memahami dengan baik.
  3. Cepat untuk bertindakbalas terhadap bacaan.
  4. Mampu untuk kita menzahirkan perasaan-perasaan kita ketika kita merasakan gejolak-gejolak jiwa dengan tangisan atau doa.

Di samping itu, kita juga mesti menentukan agar pertemuan kita dengan Al-Qur’an dilakukan pada waktu-waktu yang produktif bukan pada waktu keletihan, mengantuk dan sebagainya. Begitu juga dianjurkan untuk berwudhu’ dan bersiwak terlebih dahulu.

 

KETIGA : MEMBACA SECARA PERLAHAN

 

Ketika kita membaca Al-Qur’an maka bacalah ia secara perlahan, tenang dan tidak tergesa-gesa.

Sikap ini menjaga kita dalam pengucapan perkataan yang benar dan agar dapat melantunkan ayat-ayat Allah swt dengan indah dan sesuai dengan perintah Allah swt :

“Dan bacalah AlQur’an itu dengan perlahan-lahan.” (QS Al Muzzammil : 4)

Janganlah perhatian kita bertumpu kepada akhir surah yang kita baca. Tidaklah dianjurkan bagi kita untuk menamatkan Al-Qur’an lebih dari satu kali dalam satu bulan, misalnya dalam bulan Ramadhan, yang justeru akan menyebabkan kita tergesa-gesa dalam membacanya.

Bukankah sudah berkali-kali kita menamatkan Al-Qur’an dalam bulan-bulan Ramadhan sebelumnya, namun apa yang kita dapatkan?

Adakah perubahan pada diri kita?

Marilah kita saling berlumba untuk memetik buah-buah keimanan yang terkandung dalam Al-Qur’an bukan dalam seberapa banyak kita habiskan lembaran-lembaran Al-Qur’an.

 

KEEMPAT : TELITI DALAM MEMBACA

 

Bacalah Al-Qur’an sebagaimana kita membaca buku lain. Jika kita membaca sebuah buku atau majalah atau suratkhabar biasanya kita berusaha memahami apa yang kita baca dan apabila timbul rasa jemu, kita akan kembali membolak-balik lembaran yang sudah kita baca dan mengulangi beberapa makna yang tidak kita fahami, yang demikian itu disebabkan kerana kita ingin memahami apa isi bacaan tersebut.

Begitulah pula seharusnya kita membaca Al-Qur’an, kita membacanya dengan fikiran yang jernih. Apabila sampai masanya kita merasa bosan, kita mengulang-ulang kembali ayat-ayat yang terakam dalam fikiran kita.

Pertama kali membacanya kita mungkin akan merasa sukar, disebabkan kita sudah terbiasa membaca Al-Qur’an seakan-akan ia mantera-mantera yang tidak bermakna.

Hanya dengan kesungguhan dan terus mencuba, kita akan terbiasa untuk membaca dengan teliti tanpa merasa jemu.

 

KELIMA : BERTINDAKBALAS TERHADAP APA YANG KITA BACA

 

Al-Qur’an adalah Kalamullah yang ditujukan kepada seluruh umat manusia. Ia ditujukan kepada kita dan orang-orang selain kita tanpa terkecuali.

Oleh kerana itu, dalam Al-Qur’an kita akan menemui :

  1. Pertanyaan dan jawaban.
  2. Janji dan ancaman.
  3. Perintah dan larangan.

Maka kita mesti bertindakbalas terhadap perkara-perkara yang kita baca dalam Al-Qur’an misalnya :

  1. Menjawab pertanyaan-pertanyaannya.
  2. Melaksanakan perintahnya dengan bertasbih.
  3. Memuji Allah.
  4. Beristighfar kepada Allah.
  5. Sujud ketika kita mendapatkan ayat-ayat yang memerintahkan kita untuk itu.
  6. Mengucapkan amin setiap melalui ayat-ayat yang berisi doa.
  7. Meminta perlindungan kepada Allah dari panasnya api neraka ketika membaca ayat-ayat yang berhubungan dengan neraka.
  8. Memohon syurga ketika membaca ayat-ayat yang bercerita tentang syurga.

Demikianlah Rasulullah saw memberikan petunjuk kepada kita dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an dan sebagaimana yang dicontohkan oleh para sahabat yang mulia. Begitu juga melakukan solat malam dengan membacanya dapat menambah kekhusyu’an, teliti dalam membaca ayat-ayat Al-Qur’an tanpa merasa jemu.

 

KEENAM : FAHAMILAH MAKNANYA SECARA UMUM

 

Sebahagian di antara kita ketika memulai untuk mentadabur Al-Qur’an, dia berusaha untuk memahami Al-Qur’an perkataan demi perkataan yang membuatnya merasa kesulitan untuk melakukannya, terputus-putus dalam membacanya dan akhirnya ia akan merasa bosan dan kembali membaca Al-Qur’an tanpa tadabbur dan kefahaman.

Namun adakah cara lain yang membuatkan kita dapat mentadabur Al-Qur’an tanpa perlu terputus-putus dalam membacanya?

Satu-satunya cara yang mudah untuk mempraktikkan kedua perkara ini dalam waktu yang bersamaan adalah dengan memahami makna secara umum setiap ayat.

Ketika kita menemui beberapa perkataan yang sukar untuk di fahami, maka cukuplah bagi kita untuk meletakkannya sesuai dengan makna yang kita dapatkan dari makna ayat tersebut secara umum sepertimana ketika kita membaca tulisan bahasa asing lainnya, misalnya Bahasa Inggeris, ketika kita tidak tahu erti beberapa perkataan, maka boleh difahami dari makna kalimah secara umum.

Begitulah Rasulullah saw mengajarkan kepada kita dalam sabdanya :

“Sesungguhnya Al-Qur’an tidak diturunkan untuk mendustakan antara satu bahagian dengan bahagian lainnya, tetapi membenarkan antara satu bahagian dan bahagian lainnya, maka apa-apa yang kau ketahui darinya maka amalkanlah, dan apa-apa yang tidak kau ketahui maka tanyakanlah kepada orang yang tahu.”

 

Dengan cara seperti ini tadabur Al-Qur’an bukanlah suatu perkara yang sukar bagi setiap orang.

Namun ianya bukanlah bererti kita tidak perlu membaca kitab-kitab tafsir dan mengetahui makna setiap perkataan kerana tafsir mempunyai peranan yang sangat besar untuk menjaga kefahaman yang benar dan merupakan pokok untuk mengetahui hukum-hukum syar’ie dan jangan sampai kita mengambil kesimpulan sendiri dari ayat-ayat Al-Qur’an.

Sejarah umat Islam telah menyaksikan berbagai penyimpangan yang berlaku disebabkan oleh pengambilan hukum berdasarkan penafsiran peribadi tanpa memiliki keahlian di dalamnya, seperti kaum khawarij dan aliran sesat lainnya.

Dengan peranan tafsir yang begitu besar maka kita perlu mempunyai waktu khusus untuk itu, selain waktu tilawah, kerana kita tidak ingin selesainya tilawah Al-Qur’an kita hanya dengan kefahamannya sahaja yang bertambah tetapi juga mesti disertai dengan hati yang hidup.

Ini memerlukan pertemuan langsung dengan Al-Qur’an, mengizinkan pengaruh-pengaruh kuat yang meresap dalam jiwa kita yang terus menghunjam saat kita meneruskan bacaan dan mengizinkannya masuk ke dalam jiwa kita dengan pengaruhnya yang kuat dan bertindakbalas dengan ayat-ayat yang kita baca.

 

KETUJUH : MENGULANG-ULANG AYAT YANG MENYENTUH HATI

 

Ini adalah wasilah yang paling penting yang membantu mempercepatkan dalam memetik manfaat dari Al-Qur’an.

Berbagai wasilah sebelumnya walaupun sama pentingnya tetapi ia ditujukan kepada akal fikiran yang menjadi tempat bagi ilmu dan pengetahuan sedangkan keimanan bersumber pada hati.

Hati adalah tempat berkumpulnya perasaan dan emosi dalam jiwa manusia dan sebanyak kadar keimanannya itulah seseorang akan tergerak melakukan amal soleh.

Ertinya, iman adalah perasaan dan emosi. Ada “gejolak” saat jiwa kita merasakan adanya tindakbalas semula dan luapan emosi keimanan yang kita rasakan dalam doa-doa kita atau dalam solat kita atau ketika kita membaca Al-Qur’an menyebabkan bertambahnya iman dalam hati kita.

 

BACALAH DAN IMANPUN BERTAMBAH

 

Allah Ta’ala berfirman :

“Dan apabila di bacakan kepada mereka ayat-ayatNya, bertambahlah iman mereka(kerananya) dan mereka bertawakkal kepada Rabb mereka.”(QS Al-Anfal : 2)

Al-Qur’an adalah wasilah utama dalam bertambahnya keimanan pada diri seseorang. Disebabkan Al-Qur’an mengandungi pelajaran-pelajaran yang sangat berharga yang menggugah perasaan dan menerangi jiwa, maka berlakulah tindakbalas semula dengan fikiran dan perasaan.

Benar…pada permulaannya sangat jarang kita menemui “gejolak” luapan emosi keimanan tadi, akan tetapi dengan selalunya kita membaca Al-Qur’an sesuai dengan wasilah-wasilah sebelumnya, “gejolak” itu akan datang lebih kerap lagi setiap kali kita membaca Al-Qur’an.

 

Apa yang kita lakukan ketika “luapan keimanan” itu datang?

 

Kesempatan yang datang itu mesti kita petik dengan baik, berusahalah agar cahaya iman dapat masuk ke dalam jiwa kita sebanyak-banyaknya dalam “luapan keimanan” itu dan perkara itu boleh kita lakukan dengan mengulang-ulang ayat yang menggugah perasaan kita, jangan sampai merasa bosan untuk melakukannya selagi jiwa kita masih bertindakabalas dan inilah yang dilakukan oleh para shahabat dan salafus soleh ridhwanullahi alaihim.

Diriwayatkan dari Ubadah bin Hamzah ia berkata, “Suatu hari saya menemui Asma’ solat dan membaca ayat :

Maka Allah memberi kurnia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka.” (QS At-Thur : 27)

maka saya pun diam (memperhatikannya), kemudian dia mengulang-ulang ayat itu dan berdoa dalam solatnya. Saya kemudian pergi ke pasar, menunaikan keperluan saya dan pulang kembali. Saya temui dia masih mengulang-ulang ayat tersebut dan berdoa.”

Dengan mengulang-ulang ayat yang menyentuh hati akan melipatgandakan potensi keimanan dalam jiwa hamba dan dianjurkan untuk meneruskannya dengan tangisan dan doa.

Allah swt berfirman :

 

“Sesungguhnya orang-orang yang diberikan pengetahuan sebelumnya apabila Al-Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud. Dan mereka berkata : Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya janji Tuhan kami pasti penuhi. Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.” (QS Al-Isra’ : 107-109)

Wasilah-wasilah ini merupakan cara-cara yang praktikal dan tidak sukar untuk dilaksanakan. Yang tinggal hanyalah kemahuan kuat kita untuk sedia berubah di mana kemahuan ini akan mudah kita dapatkan pada diri setiap kita hasil anugerah dari Allah swt.

Oleh kerana itu, kita ungkapkanlah ia dengan doa agar Allah swt memudahkan jalan kita untuk kembali kepada Al-Qur’an dan mengambil manfaat darinya.

Allah swt berfirman :

“Dan Tuhan kamu berkata. Berdoalah padaku niscaya aku kabulkan.” (QS Ghafir : 60)

Setiap kita seharusnya melihat dengan jelas sasaran yang akan dicapai dalam kehidupannya iaitu “al qalbu al hay” (hati yang hidup) yang diceritakan oleh Rasulullah saw akan tanda-tandanya :

“Kerinduan pada kampung keabadian, merasa jauh dengan dunia yang menipu, menyiapkan diri untuk kematian sebelum ia datang.”

Maka teruskanlah untuk membaca Al-Qur’an dengan cara-cara seperti di atas sepanjang umur kita.

Al-Qur’an adalah sebaik-baik pemimpin menuju Allah dalam kehidupan yang dipenuhi oleh fitnah dan syahwat.

Apabila kita menginginkan kebahagiaan pada diri dan keluarga kita, maka kembalilah kepada Al-Qur’an dan apabila kita menginginkan ‘izzah’(kemuliaan) dan kemenangan untuk umat ini, maka berpegang teguhlah pada Al-Qur’an kerana di dalamnya terdapat segala apa yang kita perlukan untuk merealisasikan perkara itu.

Allah swt berfirman :

“Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur’an) sedang dia dibacakan kepada mereka?” (QS Al-Ankabut : 51)

Di saat kita sudah merasakan indahnya hidup bersama Al-Qur’an, memetik makna-makna yang terdapat di dalamnya dan di saat kita mengecap kemanisan iman, janganlah lupa untuk mendoakan untuk diri kita, keluarga kita serta saudara-saudara kaum muslimin di berbagai penjuru dunia agar memperolehi keampunan, rahmat dan mendapatkan ‘husnul khatimah’ (Kesudahan yang baik).

Ya Allah, permudahkanlah usaha-usaha kami untuk kami jadikan Al Qur’an sebagai panduan dan rujukan dalam kehidupan kami. Bantulah kami supaya kami dapat melaksanakan wasilah-wasilah penting yang akan mengembalikan kami mendapatkan sebesar-besar manfaat dari isi-isi Al-Qur’an serta merubah hidup kami mengikut sistem dan kehendakMu.

Ameen Ya Rabbal Alameen

 

 

 

Sumber : Disini

10 surah al Quran yang mujarab

10 surah al Quran yang mujarab

 

10 surah al Quran yang mujarab

1. SURAH AL-FATIHAH

Amalkan membaca Surah Al-Fatihah semasa hendak tidur diikuti dengan membaca Surah Al-Ikhlas 3 kali, Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas. Insya’Allah akan aman tenteram dan terjauh daripada gangguan syaitan. Dianjurkan juga membaca surah ini sebanyak 44 kali untuk mengubati sakit mata, perut, gigi dan lain-lainnya dengan izin Allah s.w.t. Untuk mencegah kemarahan Allah, bacalah surah ini sebanyak 17 kali sehari iaitu dengan mengerjakan solat 5 waktu.

2. SURAH YAASIN

Telah bersabda Rasulullah s.a.w., sesungguhnya bagi setiap sesuatu itu ada hati, dan hati Al-Qur’an ialah Surah Yaasin iaitu jantung Al-Qur’an. Sesiapa yang membaca Surah Yaasin, nescaya dituliskan oleh Allah pahala menyamai sepuluh kali membaca Al-Qur’an seluruhnya. (Hadis riwayat At-Tarmizi dari Anas r.a.) Rasulullah s.a.w. juga bersabda : Surah Yaasin dinamakan di dalam kitab Taurat dengan sebutan “At-Mu’ammah” (yang umum), yang mengumumkan pembacanya dengan kebaikan dunia dan akhirat, menanggung segala bala baik dari kesusahan di dunia mahu pun akhirat. Pembaca juga akan dilindungi dari setiap keburukan dan kejahatan serta segala hajat dan kemahuan akan Allah kabulkan. Jika dibaca dalam satu malam semata-mata mengharapkan keredaan Allah, nescaya Allah akan mengampunkan dosanya. (Hadis riwayat Malik, Ibnu-Sunni dan Ibnu Hibban). Surah Yaasin ni juga jika diamalkan, akan terselamatlah kita dari kehausan di hari KIAMAT.

3. SURAH AT-DHUHAN

Dibaca sekali pada malam Jumaat agar kita terselamat dari huru hara di Padang Mahsyar.

4. SURAH AL-WAQI’AH

Menurut beberapa hadis Rasulullah s.a.w., mereka yang mengamalkan membaca Surah Al-Waqi’ah pada tiap-tiap malam, insya’Allah tidak akan merasai kepapaan. Mereka yang membacanya sebagai wirid, insya’Allah akan beroleh kesenangan selama-lamanya. Mereka yang membacanya sebanyak 14 kali setiap lepas solat As ar, insya’Allah akan dikurniakan dengan rezeki yang banyak. Selepas solat Isyak, ambillah segelas air lalu bacalah Surah Al-Fatihah sekali, Ayatul Qursi sekali dan Surah Al-Waqi’ah ayat 35-38 sebanyak 7 kali. Tiup dalam air dan minum. Dalam hati, niat untuk menjaga kecantikan diri dan kebahagiaan rumahtangga kita. Makna Surah Al-Waqi’ah Ayat 35-38 ialah : “Sesungguhnya, Kami telah menciptakan isteri-isteri mereka dengan ciptaan istimewa. Serta Kami jadikan mereka sentiasa dara (yang tidak pernah disentuh), yang tetap mencintai jodohnya serta yang sebaya dengan umurnya.

5. SURAH AL-KHAUTHAR

Sesiapa yang mengamalkan membaca surah ini sebanyak 1,000 kali, maka Allah s.w.t. akan menghasilkan hajatnya termasuk rezeki dan kenaikan pangkat. Sesiapa yang membaca 1,000 kali juga selepas solat Isyak hingga dia tertidur, insya’Allah dia dapat melihat Rasulullah s.a.w. dalam tidurnya.

6. SURAH AL-KHAAFIRUUN

Sesiapa yang membaca Surah Al-Khaafiruun, maka bandingannya seperti membaca seperempat Al-Qur’an, disamping terlepas dari syirik, terjauh dari godaan syaitan dan terlepas dari peristiwa yang mengejutkan (Riwayat At-Tarmizi). Sebelum tidur, bacalah surah ini agar kita mati dalam iman serta membersihkan kotoran dalam diri kita.

7. SURAH AL-MULK

Sebuah lagi Surah dari Al-Qur’an iaitu Surah Al-Mulk mempunyai fadilat dan faedah yang amat besar bagi sesiapa yang mengamalkan membacanya. Menurut beberapa hadis Rasulullah s.a.w., mereka yang mengamalkan membaca akan surah ini, akan mendapat syafaat dan keampunan dosa-dosanya. Mereka yang membacanya pada setiap malam, insya’Allah, akan terselamat dari azab kubur..

8. SURAH AL-IKHLAS

Rasulullah s.a.w. pernah bersabda kepada isteri kesayangan baginda, Siti Aisyah, antara mafhumnya : “Wahai Aisyah isteri ku, sebelum kamu tidur, khatamlah dulu Al-Qur’an.” Siti Aisyah lalu berkata, “Wahai suami ku, saya tidak mampu khatam Al-Qur’an sebanyak 30 juzuk itu.” Apabila mendengar kata-kata Siti Aisyah tersebut, Rasulullah s.a.w. sambil tersenyum lalu menjawab, “Barangsiapa yang membaca 3 kali sebelum tidur, seolah-olah ia telah khatam Al-Qur’an keseluruhannya. ” Dari Rasulullah s.a.w.. pernah bersabda kepada Saidina Ali r.a., “Sesiapa hendak pergi musafir, kemudian ketika dia hendak meninggalkan rumahnya, ia membaca surah Al-Ikhlas 11 kali, maka Allah memelihara rumahnya sampai ia kembali. Ibnu Said Al-Khanafi menerangkan : “Surah ini dinamakan Surah Al-Ikhlas, ertinya bersih atau lepas. Maka barang siapa yang membacanya dan mengamalkannya dengan hati yang ikhlas, maka ia akan dilepaskan kesusahan duniawi, dimudahkan di dalam gelombang sakratulmaut, dihindarkan dari kegelapan kubur dan kengerian hari kiamat.”

9. SURAH AL-FALAQ

Siti Aisyah menerangkan : “Bahawa Rasulullah s.a.w. pada setiap malam apabila hendak tidur, Baginda membaca Surah Al-Ikhlas, Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas lalu ditiupkan pada kedua telapak tangan, kemudian disapukan keseluruh tubuh dan kepala. Barang siapa terkena penyakit kerana perbuatan syaitan atau manusia, hendaklah membaca Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas sebanyak 41 kali selama 3 hari, 5 hari atau 7 hari berturut-turut. Barang siapa yang takut akan godaan syaitan dan manusia, takut dalam kegelapan malam atau takut dengan kejahatan manusia, bacalah Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas sebanyak 100 kali.

10. SURAH AN-NAS

Surah An-Nas adalah surah yang terakhir (ke-114) dalam Al-Qur’an. Nama An-Nas diambil dari kata An-Nas yang berulang kali disebut dalam surah ini yang bermaksud manusia. Surah ini termasuk dalam golongan surah makkiyah. Isi surah ini adalah bagi menganjurkan manusia memohon perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan baik yang berasal dari golongan manusia mahu pun jin. Surah An-Nas ini juga adalah penerang hati.

 

 

Begitulah kedasyatan 10 surah al Quran yang mujarab

 

Sumber : Disini

Al-Qur’an dan Hadis sebagai Pedoman Hidup Umat Islam (Serial Materi Ajar al-Qur;an )

Al-Qur’an dan hadis pada pelaksanaan pembelajarannya banyak menekankan pada kemampuan baca tulis yang baik dan benar. Memahami makna secara tekstual dan kontekstual, serta mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari merupakan tahapan yang selalu dianggap lebih sulit, tidak hanya untuk dipraktekkan tetapi juga untuk diajarkan. Sebab pengamalan (implementasi) kandungan al-Qur’an dan hadis dalam kehidupan sehari-hari harus diawali dengan memantapkan keyakinan kepada keduanya sebagi “imam” (ikutan) dalam kehidupan.

Al-Qur’an sebagai imam telah tegas Allah jelaskan dalam firman-Nya surat al-An’am ayat 155, surat al-A’raf ayat 3 dan surat az-Zumarayat 55. Dan empat dalil yang menguatkan bahwa hadis adalah juga imam dalam kehidupan yang mesti dijadikan ikutan. Keempat hal itu adalah Keimanan, al-Qur’an, hadis dan ijma’. Di sampingmenjadikan keduanya sebagai imam, juga dibutuhkan strategi/pola perlakuan terhadap keduanya sebagai imam, yaitu; berimam kepada al-Qur’an secara totalitas, berimam kepada hadis yang shahih dan hasan saja serta berimam kepada sebahagian hadis dha’if. Wallahu ‘a’lam bi al-shawwab

Key word : al-Qur’an, hadis, iman dan imam

Pendahuluan

Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2008 tentang Guru mengamanahkan bahwa guru memiliki empat kompetensi yakni: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Empat kompetensi tersebut secara lebih rinci diuraikan dalam Permendiknas No. 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademiki dan Kompetensi Guru. Hal ini tentu saja tidak terkecuali guru-guru yang mengampu mata pelajaran al-Qur’an Hadis pada Madrasah Tsanawiyah (MTs) juga harus memiliki dan menguasai lima kompetensi dimaksud.

Berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) nomor 2 tahun 2008 tentang Standar Isi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab Madrasah bab VII poin A bahwa Pendidikan Agama Islam di Madrasah Tsanawiyah tersebut terdiri atas empat mata pelajaran, yaitu: al-Qur’an-Hadis, Akidah-Akhlak, Fikih, dan Sejarah Kebudayaan Islam. Masing-masing mata pelajaran tersebut pada dasarnya saling terkait, isi mengisi dan melengkapi. Al-Qur’an Hadis merupakan sumber utama ajaran Islam, dalam arti ia merupakan sumber akidah-akhlak, syari’ah/fikih (ibadah, muamalah), sehingga kajiannya berada di setiap unsur tersebut. Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Tsanawiyah yang terdiri atas empat mata pelajaran tersebut memiliki karakteristik sendiri-sendiri.

Al-Qur’an-hadis khususnya, menekankan pada kemampuan baca tulis yang baik dan benar, memahami makna secara tekstual dan kontekstual, serta mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari. Pengamalan (implementasi) kandungan al-Qur’an dan hadis dalam kehidupan sehari-hari harus diawali dengan memahami maksud dan kandungan makna yang terdapat di dalam ayat-ayat-Nya dan hadis-hadis Rasulullah SAW.

Agar mata pelajaran al-Qur’an Hadis pada Madrasah Tsanawiyah tersebut dapat dikuasai dengan baik, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menyiapkan bahan ajar. Bahan ajar akan dapat membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran al-Qur’an Hadis di Madrasah dan dengan adanya bahan ajar juga akan mudah membelajarkan materi al-Qur’an hadis kepada siswa-siswi nantinya. Tulisan ini diangkat dari salah satu topik yang terdapat dalam materi Mata Pelajaran al-Qur’an Hadis MTs dengan penekanan pada pemahaman dan pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Al-Qur’an dan Hadis sebagai Pedoman Hidup

Sudah terang bahwa Al-Qur’an al-Karim dan hadis Rasulullah SAW merupakan sumber ajaran Islam sekaligus pedoman hidup setiap muslim yang mesti diperpegangi. Di dalam khazanah keislaman, al-Qur’an lazim disebut sebagai sumber utama (pertama) dan hadis sebagai sumber kedua ajaran Islam setelah al-Qur’an.

Al-Qur’an adalah kalam atau firman Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW yang membacanya merupakan suatu ibadah (Manna’ Khalil al-Qaththan, 1994:18). Sedangkan hadis atau biasa juga disebut sunnah adalah segala perkataan, perbuatan dan hal ihwal yang berhubungan dengan nabi Muhammad SAW (Muhammad ‘Ajjaj al-Khathib, 1989:108). Dalam kapasitasnya sebagai pedoman hidup umat Islam, antara al-Qur’an dan hadis tidak dapat dipisahkan karena al-Qur’an sebagai sumber utama dijelaskan oleh hadis, sehingga hadis disebut sebagai bayan terhadap al-Qur’an surat al-Nahl ayat 44.

Merujuk pada uraian di atas, maka sebagai pedoman hidup, al-Qur’an dan hadis mesti dijadikan imam atau ikutan dalam kehidupan sehari-hari yang mana kedua-dua sumber tersebut dipatuhi, diacu dan di laksanakan perintah-perintahnya serta dihentikan larangan-larangannya.

Tata Cara Berimam (mengikut) kepala Al-Qur’an dan Hadis

  1. Berimam kepada al-Qur’an
  2. Perintah Berimam kepada al-Qur’an

Berimam kepada al-Qur’an artinya mengikuti ajaran yang terkandung di dalamnya, menjadikannya panutan dan acuan serta referensi dalam berucap, berbuat dan lainnya. Imâm tidak hanya ditujukan kepada orang, ia juga bisa berarti sesuatu yang membuat lurus dan memperbaiki perkara bisa berarti Al-Qur’an, Nabi Muhammad SAW dan sebagainya (Ahmad Mubarok, 2009:1).

Perintah berimam kepada al-Qur’an dan mengikutinya merupakan konsekwensi logis dari rukun iman yang ke tiga yaitu iman kepada kitab. Di samping konsekwensi dari iman, berimam kepada al-Qur’an juga merupakan khitab (perintah) dari Allah SWT, karena al-Qur’an diturunkan untuk menjadi petunjuk dan rahmat bagi umat Manusia (Q.S. al-Baqarah: 185).

Perintah berimam atau mengikuti al-Qur’an, antara lain dapat ditemukan teksnya melalui firman Allah SWT yaitu dalam surat al-An’am ayat 155, surat al-A’raf ayat 3 dan surat az-Zumar ayat 55.

Al-Qur’an adalah petunjuk Allah SWT yang bila dipelajari akan membantu kita menemukan nilai-nilai yang dapat dijadikan pedoman bagi penyelesaian problem hidup. Apabila dihayati dan diamalkan akan menjadikan pikiran, rasa dan karsa kita mengarah kepada realitas keimanan, stabilitas dan ketentraman hidup pribadi dan masyarakat (Muhammad Quraish Shihab, 1997:28)

  1. Dalil Naqli Berimam kepada al-Qur’an

Dalil naqli artinya dalil-dalil yang bersumberkan dari al-Qur’an, hadis dan ijtihad. Dalil-dalil ini lebih meyakinkan untuk dijadikan pegangan dan dasar untuk menyatakan bahwa wajib berimam kepada kitab Allah (al-Qur’an).

Dalil naqli untuk menetapkan kewajiban berimam kepada al-Qur’an antara lain adalah :

1) Firman Allah SWT. dalam surat al-An’am ayat 155 :

وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ فَاتَّبِعُوهُ وَاتَّقُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya : Dan Al Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat. (Q.S. al-An’am : 155)

2) Firman Allah SWT. dalam surat al-A’raf ayat 3 :

اتَّبِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ

Artinya : Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya). (Q.S. al-A’raf : 3)

3) Firman Allah SWT. dalam surat az-Zumar ayat 55 :

وَاتَّبِعُوا أَحْسَنَ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ بَغْتَةً وَأَنْتُمْ لَا تَشْعُرُونَ

Artinya : Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya, (Q.S. az-Zumar : 55)

4) Hadis Rasulullah SAW riwayat Imam Muslim yang berbunyi :

حَدَّثَنِي أَبُو أُمَامَةَ الْبَاهِلِيُّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

يَقُولُ اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَة شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ (رواه مسلم)

Artinya : Telah menceritakan kepadaku Abu Umamah Al Bahili ia berkata; Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah Al Qur`an, karena ia akan datang memberi syafa’at kepada para pembacanya pada hari kiamat nanti. (H.R. Muslim).

5) Hadis Rasulullah SAW riwayat Abu Daud yang berbunyi :

عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذٍ الْجُهَنِيِّ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

قَالَ مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَعَمِلَ بِمَا فِيهِ أُلْبِسَ وَالِدَاهُ تَاجًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ضَوْءُهُ

أَحْسَنُ مِنْ ضَوْءِ الشَّمْسِ فِي بُيُوتِ الدُّنْيَا لَوْ كَانَتْ فِيكُمْ فَمَا ظَنُّكُمْ

بِالَّذِي عَمِلَ بِهَذَا (رواه أبو داود)

Artinya : Hadis dari Sahl bin Muadz Al Juhani dari ayahnya bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang membaca Al-Qur’an dan melaksanakan apa yang terkandung di dalamnya (mengamalkannya), maka kedua orang tuanya pada hari kiamat nanti akan dipakaikan mahkota yang sinarnya lebih terang dari pada sinar matahari di dalam rumah-rumah didunia, jika matahari tersebut ada diantara kalian, maka bagaimana perkiraan kalian dengan orang yang melaksanakan isi Al Qur’an?” (H. R. Abu Daud).

  1. Beriman Kepada Hadis Rasulullah SAW
  2. Perintah Berimam kepada Hadis Rasulullah SAW

Berimam kepada Hadis Rasulullah SAW artinya menjadikan hadis Rasul sebagai pedoman dan acuan serta referensi dalam berucap, berbuat dan lainnya atau mengikuti ajaran yang terkandung di dalamnya.

Perintah berimam kepada hadis Rasulullah SAW dan mengikutinya merupakan konsekwensi logis dari beriman kepada Rasul. Sebenarnya ada lima kewajiban yang harus dijalankan seorang muslim terhadap Rasulullah SAW, yaitu; mengimani Rasulullah SAW, mentaati semua risalah dan sunnahnya, mencintai dan menjadikannya sebagai figur, senantiasa bershalawat kepadanya dan mencintai keluarga Rasulullah SAW (Heri Jauhari Mukhtar, 2008: 75).

Di dalam al-Qur’an Allah SWT menetapkan barometer seseorang cinta kepada Allah SWT ditandai dengan seberapa cintanya ia kepada Rasul atau hadis-hadisnya. Allah SWT berfirman dalam surat Ali Imran ayat 31 yang berbunyi :

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya : Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Ali Imran : 31)

  1. Dalil-dalil Kehujjahan Hadis

Dalil-dalil kehujjahan hadis artinya dalil-dalil atau keterangan atau argumen yang menegaskan bahwa hadis merupakan sumber ajaran Islam yang wajib diperpegangi. Ada 4 dalil yang menunjukkan bahwa hadis merupakan salah satu sumber syari’at atau ajaran Islam yang wajib diperpegangi adalah :

1) Iman

Salah satu konsekwensi beriman kepada Nabi Muhammad SAW adalah menerima segala sesuatu yang datang dari Rasul dalam urusan agama. Allah Swt telah memilih para Rasul di antara para hamba agar menyampaikan syari’at-Nya kepada umat. Rasulullah SAW merupakan orang yang dipercaya menyampaikan syari’at Allah SWT dalam agama, Rasul tidak menyampaikan sesuatu kecuali berdasarkan wahyu. Konsekwensi tersebut, mewajibkan bertumpu kepada sunnah dan menggunakannya sebagai hujjah serta percaya penuh kepada pembawa risalah dimaksud yaitu Rasulullah SAW. Hal ini sejalan firman Allah yang terdapat di dalam surat an-Nisa’ ayat 65 yang berbunyi :

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي

أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

Artinya : Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (Q.S. an-Nisa’ : 65)

2) Al-Qur’an al-Karim

Di dalam Al-Qur’an terdapat banyak ayat yang menjelaskan kewajiban taat kepada Rasul SAW, antara lain :

  1. Firman Allah SWT. dalam surat an-Nisa’ ayat 59 :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ

تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُول

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul(Nya), dan Uli al-Amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnah).(Q. S. al-Nisa’ : 59)

  1. Firman Allah SWT dalam surat an-Nisa’ ayat 80 :

مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ تَوَلَّى فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا

Artinya : Barangsiapa yang mentaati Rasul, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barang siapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka. (Q. S. al-Nisa’ : 80).

  1. Firman Allah SWT dalam surat al-Hasyr ayat 7 :

وَمَا ءَاتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ

شَدِيدُ الْعِقَابِ

Artinya : Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. (Q.S. al-Hasyr : 7)

3) Sunnah atau Hadis

Di dalam hadis atau sunnah banyak ditemukan penjelasan Rasul SAW tentang kehujjahan hadis-hadisnya. Antara lain sebagai berikut :

  1. Hadis riwayat Ibnu Majah yang berbunyi :

سَمِعْتُ الْعِرْبَاضَ بْنَ سَارِيَةَ يَقُولُ قَامَ فِينَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ

وَسَلَّمَ :عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوا

عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ (رواه إبن ماجه)

Artinya : aku mendengar ‘Irbadl bin Sariyah berkata; “Pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri di tengah-tengah kami, Beliau bersabda: hendaklah kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para khulafah ar-rasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham. (H. R. Ibnu Majah)

  1. Hadis riwayat Imam Malik yang berbunyi :

و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

قَالَ تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللَّهِ

وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ (رواه مالك)

Artinya : Telah menceritakan kepadaku dari Malik telah sampai kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Telah aku tinggalkan untuk kalian, dua perkara yang kalian tidak akan sesat selama kalian berpegang teguh dengan keduanya; Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya. (H. R. Imam Malik)

  1. Hadis riwayat Ibnu Majah yang berbunyi :

مَنْ أَطَاعَنِي فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ عَصَى اللَّهَ ( إبن ماجه)

Artinya : “Barang siapa yang mentaatiku berarti ia taat kepada Allah, dan siapa yang membangkang kepadaku maka ia telah membangkang pada Allah. (H. R. Ibnu Majah)

4) Ijma’

Para sahabat telah sepakat menetapkan kewajiban mengikuti hadis, baik pada masa Rasulullah masih hidup maupun setelah beliau wafat. Di waktu hidup Rasulullah, para shahabat semua konsekuen melaksanakan hukum-hukum Rasulullah, mematuhi peraturan-peraturan dan meninggalkan larangan-larangannya. Apa yang diwahyukan kepada Rasul Saw mengandung hidayah dan kebaikan bagi para pengikutnya serta jalan keselamatan mereka di dunia dan akhirat. Karena semua itulah, kaum muslimin berpegang teguh serta mengamalkan sunnah Nabawiyah tersebut.

Dijelaskan juga bahwa Abu Bakar berkata: “Sunnah itu adalah tali Allah yang kuat”, sementara Syaikhul Islam Ibnu Taymiah berkata:” Sesungguhnya Sunnah itu adalah syari’at, yakni apa-apa yang disyari’atkan Allah dan Rasul-Nya dari agama. (Yazid Abdul Qadir Jawas, 1993:71)”

Strategi Berimam (mengikut) kepala Al-Qur’an dan Hadis

  1. Strategi Berimam Kepada al-Qur’an dan Hadis
  2. Berimam kepada Al-Qur’an secara Totalitas

Al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Al Qur’an merupakan sumber rujukan paling utama bagi umat Islam, dan bagian dari rukun iman. Al Qur’an dinyatakan sebagai pedoman hidup dan rahmatan lil ‘alamin,artinya, siapa saja yang mengaku dirinya sebagai muslim, maka sudah sepantasnyalah dia mengamalkan apa-apa yang terdapat di dalam Al Qur’an tersebut.

Menjadikan Al Qur’an sebagai imam, berarti mengakui seluruh kandungan yang ada di dalamnya, baik berupa aqidah, ibadah, syiar, akhlaq, adab, syariat, dan muamalah. Seorang muslim tidak boleh hanya mengambil sebagiannya saja, misalnya dia hanya mengambil bagian aqidah, namun menolak bagian ibadah. Atau dia mengambil bagian syariat, namun menolak aqidah. Atau dia mengambil bagian ekonomi, namun menolak bagian politik, dan seterusnya.

Langkah memulainya dengan mengimani Al Qur’an dahulu secara kaffah, menyeluruh, totalitas, tanpa tawar-menawar lalu baru dikuti dengan menjadikannya imam juga secara totalitas (kaffah) (Hendratno, 2012: 1).

  1. Berimam kepada Hadis Rasul yang shahih dan Hasan

Hadis shahih adalah hadis yang telah diakui dan disepakati kebenarannya oleh para ahli hadis sebagai sesuatu yang datang dari Rasulullah SAW. Sedangkan hadis hasan dipahami hampir setara dengan hadis shahih, namun yang membedakannya adalah tingkat kedhabithan para periwayat yang meriwayatkan hadis tersebut.

Dari statemen di atas dipahami bahwa hadis shahih dan hadis hasan adalah termasuk kategori hadis yang dapat diterima dan dijadikan pedoman, ikutan serta sumber hukum. Disebutkan juga bahwa hadis-hadis Rasul dalam kelompok ini dinamakan hadis maqbul sedangkan di luar dua kelompok ini dinamakan hadis mardud atau hadis yang ditolak dan tidak dikuti atau dijadikan imam, (Ramli Abdul Wahid, 2003:17).

  1. Berimam kepada Sebahagian Hadis Rasul yang Dha’if

Ulama hadits telah sepakat bahwa tidak boleh mengamalkan hadis dhaif dalam bidang hukum/menentukan hukum. Tetapi mereka berbeda pendapat tentang mempergunakannya dalam bidang-bidang lain.

Kupas tuntas tentang hukum berimam atau beramal dengan menggunakan hadis dha’if memunculkan tiga kelompok ulama yang berkomentar tentang ini, satu kelompok menyatakan boleh berimam dan beramal dengan hadis dha’if secara mutlak dengan tiga syarat. Kelompok ini diwakili oleh Imam Ahmad bin Hanbal dan pengikutnya Abu Daud. Menurut Imam Ahmad; hadis dha’ifdalam pandangan kami lebih baik dari pada pendapat seseorang (ra’yu), (Fawwaz Ahmad Zamraliy, 1995:38).

Dari uraian di atas, jelas terlihat bahwa dalam khazanah keislaman ditemukan tiga pola atau strategi seorang muslim berimam kepada al-Qur’an; ada yang berimam secara totalitas kepada al-Qur’an dan hadis ada yang berimam kepada hadis shahih dan hasan saja dan ada pula yang berimam kepada sebahagian hadis dha’if.

Kesimpulan

Berdasarkan uraian ringkas di atas, dapat disimpulkan bahwasanya sudah tegas Allah dan Rasul menjelaskan bahwa al-Qur’an dan hadis merupakan pedoman hidup umat Islam, tata cara dan strategi memperlakukan keduanya sebagai pedoman hidup dapat dijelaskan sebagai berikut :

  1. Menjadikan al-Qur’an dan hadis sebagai imam (ikutan) disetiap tindak tanduk dan aktifitas kehidupan.
  2. Berimam kepada al-Qur’an secara totalitas (kaaffah) dengan mengamalkan segala isi dan kandungannya tampa membeda-bedakan antara satu ayat dengan ayat lain atau antara satu surat dengan surat lainnya.
  3. Berimam kepada semua hadis sahih dan hasan dengan menjadikan keduanya sebagai dalil dalam segenap perilaku kehidupan.
  4. Berimam kepada sebahagian hadis dha’if dalam arti mengamalkannya untuk menjadi motifasi dan dorongan agar semakin taqwa kepada Allah SWT.

DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur’an al-Karim

Ahmad Mubarok. 2009. “Arti Imam.” http://mubarok-institute.blogspot.com. Diakses tanggal 31 Maret 2012.

Al-Bukhariy, 1981, Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah, Shahih al-Bukhâriy, Beirut : Dâr al-Fikr.

Hendratno. 2012. “Mengamalkan al-Qur’an Mulai dari Mana?.” http://www.dakwatuna.com diakses tanggal 15 Maret 2012

Ibnu Majah, Abi Abdullah Muhammad bin Yazid al-Qazwiniy, t.th. Sunan Ibnu Majah, : Dâr al-Fikr.

Jawas, Yazid Abdul Kadir, 1993, Kedudukan as-Sunnah dalam Syarat Islam, Jakarta : Pustaka al-Kautsar.

Al-Khatib, Muhammad Ajjaj, 1989, Ushûl al-Hadîs; ‘Ulûmuhu wa Musthalahuhu, Beirut : Dâr al-Fikr.

Muchtar, Heri Jauhari, Fikih Pendidikan, Surabaya : PT. Remaja Rosda Karya.

Al-Naisaburiy, Abu al-Hasan Muslim bin Hajjaj al-Qushairiy, t.th. Shahih Muslim, Beirut : Dâr al-Ihya’ al-Turâts al-‘Arabi.

Al-Qattan, Manna’ Khalil, t.th. Mabâhits fiy ‘Ulum al-Qur’an, Beirut : Muassasah al-Risâlah.

Al-Sajistaniy, Abu Daud Sulaiman bin al-‘Asy’ats, t.th. Sunan Abu Daud, Jakarta: Maktabah Dahlan.

Shihab, Muhammad Quraish, Wawasan al-Qur’an; Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat, 1997, Bandung : Mizan.

——-, Tafsir al-Mishbah; Pesan, Kesan dan Keserasian al-Qur’an, 2002, Jakarta : Lentera Hati.

Al-Turmudziy, Muhammad bin Musa bin Tsaurah, t.th. Sunan al-Turmudziy, Beirut: Dâr al-Fikr.

Wahid, Ramli Abdul, 2003, Studi Ilmu Hadis, Medan: PP2-IK.

Zamraliy, Fawwaz Ahmad, al-Quwl al-Munif fi Hukm al-‘Amal bi al-Hadits al-Dha’if, 1995, Beirut : Dar Ibn Hazm

 

 

 

Sumber : Disini

DAHSYAAT… INDONESIA BEBAS BUTA AKSARA AL-QUR’AN, ini salah satu caranya…

Metode bisa membaca Al Quran dari nol ‘’Rubaiyat’’ adalah salah satu karunia Allah yang luar biasa.

Bisa dikatakan hadirnya metode cepat dan menyenangkan dari nol ‘’Rubaiyat’’ adalah salah satu jawaban masalah buta huruf Al-Qur’an.

Siapa saja yang ingin bisa membaca Al Quran tidak harus bersusah-susah dan menunggu lama. Empat kali pertemuan bisa membaca Al Quran sangatlah cepat dan memudahkan untuk hitungan para perindu Al Quran.

Keinginan bisa membaca Al Quran walau tertatih-tatih bisa dengan lebih mudah mereka raih. Dengan ini maka harapannya semakin cepat kita bisa memperbanyak umat Islam yang ditolong.

Walau metode ‘’Rubaiyat’’ ini bukan metode terbaik, namun kami selaku pengajar mengakui memang metode ini sangat cerdas. Ustadz Hamim Thohari selaku penemu mampu menyimpulkan inti penguasaan membaca Al Quran itu terletak pada menghafal huruf dalam berbagai posisi dan rangkaian.

Porsi menghafal huruf ini bahkan sampai 80%. Karena bunyi bacaan berupa vokal a i u, an in un, mad, tasdid, sukun, berhenti adalah masuk kategori bumbu dalam mengenal bacaan Al Quran. Metode ini dilengkapi pula dengan dendang lagu sebagai alat perantara untuk mempermudah pembelajaran. Hasilnya memang sangat menakjubkan, para pembelajar dengan begitu cepat bisa membaca Al Quran dengan metode ‘’Rubaiyat’’ ini.

Hal ini pulalah yang membuat kami sebagai murid Ustadz Hamim Thohari begitu bersemangat merangkai mimpi untuk menolong bangsa Indonesia bebas buta huruf Al Quran dengan metode ‘’Rubaiyat’’. Kami bagjab sangat berani menawarkan metode ini semakin luas ke seluruh provinsi dan wilayah di Indonesia. Target metode ini tidak muluk-muluk dengan membuat semua masyarakat mahir membaca Al Quran.

Karena memang masyarakat Indonesia tidak terlalu berorientasi hingga mahir. Bisa membaca walau terbata-bata bahkan sudah memberikan rasa bahagia untuk mereka.

Ditambah lagi dengan keikhlasan Ustadz Hamim dalam mewakafkan metode ini kepada lembaga sosia DSH (Dompet Sejuta Harapan) pada tahun 2012 tanpa mendapat royalti berupa materi apapun.

Jika lembaga sosial melakukan penjualan dari buku tersebut Ustadz tidak mendapatkan keuntungan materi sedikitpun. Cukuplah royalti dari Allah yang Ustadz Hamim dapatkan. Ini semua membuat hati tergerak semakin bergairah meluaskan misi pembebasan buta huruf Al Quran di Nusantara.

Sangat mengharukan bagi kami karena ini adalah anugerah yang luar biasa. Kami menjadi punya kesempatan menyapa masyarakat melalui metode Al Quran Rubaiyat. Alhamdulillah.

Awal mula memperkenalkan metode apik ini dengan membagikan buku dan pelatihan secara cuma-cuma kepada umat di Kabupaten Klaten. Namun ternyata dengan pola ini tidak begitu pesat perkembangannya. Masyarakat penerima manfaat metode sangat lambat perkembangan jumlahnya dari tahun ke tahun.

Tiga tahun lamanya buku yang dicetak 3000 ekslemplar belum 1000 pun bisa terdistribusi. Sampai tiba saatnya di bulan Ramadhan tahun 2015 rekan kami Ryan Martian, seorang konsultan SDM dan trainer nasional menawarkan diri mendistribusikan metode Rubaiyat dengan pola lain. Melalui jalan tersebut, metode ini sangat cepat dikenal dari kota ke kota hingga kami merasa kewalahan.

Dalam jangka waktu kurang dari 4 bulan stok buku sebanyak 2000 ekslemplar habir terdistribusi.

Namun bukan berarti kami tidak memedulikan kalangan menengah ke bawah yang juga membutuhkan bisa membaca Al Quran dengan metode unik ini. Justru dengan pertama kali dikenalkannya metode ini di kalangan menengah ke atas, maka kami bisa menawarkan donasi untuk program ‘’Indonesia Bebas Buta Al Quran’’ untuk kalangan yang tidak mampu membeli buku, DVD, dan alat peraga lainnya.

Salah satunya masyarakat pinggiran dan para penghuni lapas.
Munculah program Donasi untuk 4 Program Indonesia Bebas Buta Aksara Al Quran:

1. TPA Gen-Rumat. Yaitu Taman Pendidikan Al Quran bagi Generasi Penerus Umat untuk anak usia SD dan SMP.

2. Ayo Ngaji. Yaitu Program bimbingan Bisa Quran dari Nol untuk Dewasa Penghuni Lapas, Muallaf dan Masyarakat Pinggiran.

3. Quran Homestay. Yaitu Pondok Quran dengan konsep Pembangunan Karakter berbasis Al Quran dan pembiasaan attitude.

4. LPG (Lembaga Pendidikan Guru Ngaji). Yaitu program Karantina dan Diklat Bagi Udtadz dan Trainer Al Quran.

Donasi yang terhimpun untuk 4 program di atas diharapkan bisa ikut mewujudkan Indonesia Bebas Buta Aksara Al Quran bagi kalangan menengah ke bawah. Semoga Allah meridhoi langkah ini.

Bismillah. Aamiin.

Ustadz Tata Sutarya
Direktur RUBAIYAT INDONESIA

[contact-form-7 id=”128″ title=”Contact form 1″]

APAKAH ITU RUBAIYAT ?

rubaiyat-34

 

APAKAH ITU RUBAIYAT ?

RUBAIYAT adalah sebuah metode Belajar Al-Quran yang dirancang oleh Ust. Hamim Thohari, B.IRKH (Hons) Rubaiyat dari bahasa Arab Artinya serba empat karena menurut beliau memang ada 4 tahap belajar al-Quran: Bisa Baca Quran, Lancar Baca Quran, Hafal Quran dan Faham Quran. Yang akan kita sebarkan adalah Rubaiyat tahap pertama yakni Bisa Baca Quran dalam 4 Pertemuan dengan Empat Pelajaran. Jika 1 pertemuan butuh 1 jam saja, maka dengan metode Rubaiyat hanya butuh 4 jam untuk Bisa baca Quran.

rubaiyat-31

Ingin mendapatkan profit MINIMAL 10 Juta dari jualan baik Offline ataupun Online ? inilah caranya :

  • Pilih PRODUK yang UNIK dan bernilai TINGGI
  • Profit per penjualan MINIMAL Rp. 55.000,-
  • Pilih Produk yang berupa SOLUSI dari masalah konsumen Anda

Sebentar lagi saya akan Tunjukkan kepada Anda salah satu PRODUK yang masuk kedalam tiga kriteria diatas, MAU ?

Pastikan Anda menyimak FAKTA mengejutkan di bawah ini

rubaiyat-32

Jika jumlah penduduk Indonesia adalah 205 Juta Jiwa dengan 88,1 % diantaranya adalah muslim, maka di perkirakan 180 Juta Muslim di Indonesia, dan 60 % diantaranya atau sekitar 108 Juta Muslim Buta aksara Al-Quran.

Melihat kondisi yang memprihatinkan seperti ini maka kami memiliki sebuah visi besar yaitu

“Menuju Indonesia Bebas Buta Aksara AlQuran tahun 2020”

Lantas bagaimana caranya mewujudkan Visi tersebut ?

Tentu, kami tidak bisa bekerja sendirian. Namun kita bisa bekerja sama. Iya betul sekali, karena dalam islam kita mengenal istilah “Berjamaah”. Nah, begitu pun dalam hal penyebarluasan metode Rubaiyat ini supaya sampai ke seluruh wilayah Indonesia. Semoga Upaya kita bersama ini dihitung oleh Allah sebagai pemberat amal kebaikan kita saat hari penghitungan amal di akhirat nanti.

Baiklah, untuk bisa membantu mewujudkan visi itu. Kita sama-sama bisa berperan silakan Anda pilih mau ambil peran yang mana

rubaiyat-33

Sudah ada 4 Peran yang bisa Anda pilih, tapi tunggu dulu sebelum Anda menentukan mengambil Peran yang mana, izinkan saya menjelaskan dulu peran masing-masing dari 4 pilihan peran yang ada, Boleh ? Simak ya…

PEMBELI / DONATUR

Dengan membeli paket Rubaiyat, Anda sudah ikut berperan dalam program pemberantasan buta aksara Al-Quran yang melanda 60% muslim Indonesia, mengapa ? karena setiap pembelian 1 paket Rubaiyat, sebagian keuntungan akan dialokasikan untuk program tersebut melalui Yayasan DSH (Dompet Sejuta Harapan) Klaten. Setelah Anda memiliki 1 paket Rubaiyat maka Anda berhak untuk menjadi Dropshipper Jika berkenan.

Harga satu paket Rubaiyat hanya Rp. 660.000,- Rp. 275.000,- (Belum termasuk ongkos kirim).

Jika Anda dilebihkan oleh Allah dalam hal rizki, dan kebetulan sudah bisa atau boleh dikatakan bisa  membaca Al Quran maka bermurah hatilah dengan menjadi donatur kami. Untuk Apa? Untuk membelikan paket Rubaiyat untuk di hadiahkan kepada yang membutuhkan namun tidak mampu membeli secara financial. Mekanismesnya mudah, bisa dengan cara membeli paket rubaiyat sebanyak yang Anda Ingin donasiakan dan langusung di serahkan sendiri. Atau dengan cara mempercayakan kepada yayasan (DSH) Dompet Sejuta Harapan untuk menyalurkannya kepada yang membutuhkan. (DSH) Dompet Sejuta Harapan memiliki tim untuk mengadakan training dan pelatihan di daerah-daerah untuk pengentasan buta aksara Al Quran

Terkait Donasi untuk jumlah nominalnya dihitung harga paket yaitu 275.000 jika lebih maka kelebihannya tetap dikirimkan namun utk alokasi amal yang lainnya (Yatim Ceria, Bank sampah, Droping Air dll), jadi seandainya berminat ingin menjadi donatur dan ingin menyumbang 10 Paket Rubaiyat untuk orang yang membutuhkan maka tinggal transfer sebanyak Rp.275.000 x 10 paket = 2.750.000

Kisah Nyata-Ketaatan Seorang Anak Pada Orang tuanya

Kisah nyata ketaatan seorang anak pada orang tuanya- Di Somalia Ada seorang Anak laki-laki yang tinggal bersama kedua orang tua nya yang sudah renta, sang Ayah sudah tidak bisa beraktifitas seperti biasanya penglihatannya terbatas, sementara sang Ibu tidak bisa melihat. yang lebih menyedihkan lagi adalah mereka memiliki 12 anak, tetapi 11 diantaranya sudah meninggal karena sakit dan gizi buruk, dan mereka meninggal hampir di waktu yang berdekatan antara satu dan lainnya diantara tahun 1984 sampai 1992. Anda bisa bayangkan bagaimana perasaan seorang Ibu yang di tinggal mati oleh anak-anaknya tahun demi tahun hingga 11 kali.

Kini hanya tersisa satu orang Anak Laki-laki saja yang setia menemani hari-hari tua mereka, keluarga kecil, sederhana itu tinggal di rumah yang sangat kecil dan bahkan tidak memiliki pagar, namun mereka hidup dengan penuh kesabaran dan ketaatan pada Allah SWT, mereka taat dalam beribadah, sholat malam dan selalu berdzikir mengingat Allah.

Allah membalas ketaatan kedua orang tua itu dengan menganugerahkan anak laki-laki yang begitu taat, mencintai dan menyayangi Ayah dan Ibu nya. Menemani hari-hari tua mereka, menyiapkan makanan setiap hari untuk ayah dan Ibu nya, bahkan meskipun ia sendiri tidak menyukai makanannya tetapi sang Ibu menyukainya, maka si anak akan menghabiskan juga makanan itu, karena kecintaannya pada Ibu nya. ia juga menyuapi sendiri Ibu nya ketika makan, menggendong, menyelimuti dan memijit Ibu nya dengan tangannya sendiri. Masya Allah semoga kita dianugerahi anak-anak yang sholeh dan sholehah. Bukan hanya itu sang anak tidak pergi bermain bersama teman-temannya untuk bersenang-senang, bahkan teman satu-satunya adalah Ayah nya sendiri. Sang anak mengorbankan hidupnya demi kecintaanya pada Ayah dan Ibu nya, ia bekerja satu hari sedangkan hari berikutnya ia gunakan untuk merawat ayah dan ibunya, begitu seterusnya. Ia juga sering memperdengarkan bacaan Al-Quran untuk ayah dan ibu nya.

Sahabat, kita tidak akan bisa terus bersama selamanya di dunia ini dengan kedua orang tua kita. Jangan sampai kita menyesal ketika saatnya tiba kita berpisah dengan salah satu nya dan kita belum mempersembahkan yang terbaik bagi mereka, belum membalas cinta dan kasih sayang tulus mereka, jadikan hari-hari kita bersama mereka menjadi hari-hari terbaik dan berkualitas, hingga pada akhirnya mereka tersenyum bahagia dan bangga melihat anak-anaknya.

Simak Video lengkapnya di bawah ini Silahkan bagikan agar seluruh anak-anak di dunia ini menyadari betapa pentingnya ketaatan terhadap orang tua dan betapa berharganya kita berbakti kepada mereka ketika mereka masih hidup.

Inilah Rahasia hafalan Al-Quran Dr. Zakir Naik

460px-dr_zakir_naik-230x300

Inilah Rahasia hafalan Al-Quran Dr. Zakir Naik – Siapa yang tidak kenal sosok Dai internasional yang satu ini Zakir Abdul Karim Naik atau lebih dikenal dengan Dr. Zakir Naik. Dokter kelahiran 18 Oktober 1985 ini sekarang lebih fokus terjun di dunia dakwah islam, ia mulai fokus dalam dakwah sejak tahun 1991 dan lebih konsentrasi pada masalah perbandingan agama.

Anda tentu sudah sering melihatnya di

timeline facebook Anda, atau di Youtube, ketika Dr. Zakir Naik mengisi ceramah atau melakukan sesi tanya jawab, banyak orang kagum dan terperangah dengan kemampuan hafalan beliau terkait dalil-dalil baik yang berasa dari Al-Quran dan Hadits, dan bahkan hafalan beliau terkait kitab suci berbagai agama.

Pernah dalam satu sesi tanya jawab beliau ada seorang wanita yang bernama Wandena, bertanya kepada Dr. Zakir Naik terkait kemampuan hafalan beliau yang sangat kuat, dan bertanya apa Rahasia hafalan Al-Quran beliau sehingga memiliki memori yang begitu tajam dan kuat.

Dengan tawadhu Dr. Zakir Naik menjawab bahwa hafalan yang ia miliki merupakan pemberian dari Allah SWT, banyak orang yang sering bertanya kepada beliau terkait hafalannya yang begitu kuat bahkan sampai bercanda “Apakah Anda punya chip komputer di otak Anda” dan lain sebagainya. Dan ternyata inilah Rahasia nya mengapa beliau memiliki hafalan yang kuat.

Pada sesi tanya jawab itu Dr. Zakir Naik membeberkan bahwa rahasia nya ada dalam Al-Quran, lantas apa saja rahasianya ? simak penuturan beliau berikut ini

1.Tawakkal Kepada Allah

ia memaparkan bahwa dalam Al-Quran Surat Ali-Imran ayat 160 yang berbunyi :

إِن يَنصُرْكُمُ اللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ ۖ وَإِن يَخْذُلْكُمْ فَمَن ذَا الَّذِي يَنصُرُكُم مِّن بَعْدِهِ ۗ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

“Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal”

2. Kerja Keras

Sebagaimana Allah SWT telah berfirman dalam Al-Quran surat Al-Ankabut ayat 69 yang berbunyi :

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik
3. Teknik Yang Benar
Allah berfirman dalam Al-Quran surat An Nahl ayat 43 :
وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُّوحِي إِلَيْهِمْ ۚ فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui
Simak penjelasan lengkap beliau dalam Video di bawah ini, pastikan Anda menyimaknya dengan baik dan tentu saja mengamalkannya semampu Anda. Silahkan Share jika artikel ini bermanfaat

13 Kedahsyatan Al-Quran

13 Kedahsyatan Al-Quran

Inilah beberapa kedahsyatan Al-Quran kita :

(1). PAHALA MENGAJARKANNYA

Sabda Nabi Muhammad saw, “Sebaik-baik kalian adalah siapa yang memperlajari Al-Qur’an dan mengamalkannya.” (HR. Bukhari).

(2). PAHALA MEMBACANYA

Sabda Nabi Muhammad saw, “Siapa saja membaca satu huruf dari Kitab Allah (Al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya.” (HR. At-Tirmidzi).

(3). KEUTAMAAN MEMPELAJARI AL-QUR’AN, MENGHAFALNYA DAN PANDAI MEMBACANYA

Sabda Nabi Muhammad saw, “Perumpamaan orang yang membaca al-Qur’an sedang ia hafal dengannya bersama para malaikat yang suci dan mulia, sedang perumpamaan orang yang membaca al-Qur’an sedang ia senantiasa melakukannya meskipun hal itu sulit baginya maka baginya dua pahala.” (Muttafaq ‘alaih).

(4). PAHALA BAGI ORANG YANG ANAKNYA MEMPELAJARI AL-QUR’AN

“Siapa saja membaca Al Qur’an, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka akan dipakaikan kepada kedua orang tuanya pada hari kiamat mahkota dari cahaya dan sinarnya bagaikan sinar matahari dan dikenakan pada kedua orang tuanya dua perhiasan yang nilainya tidak tertandingi oleh dunia. Keduanya pun bertanya, ‘Bagaimana dipakaikan kepada kami semuanya itu?’ Dijawab, ‘Karena anakmu telah membaca (mjd ahli) Al Qur’an”. (HR. Al-Hakim).

(5). AL-QUR’AN MEMBERI SYAFA’AT KEPADA AHLINYA DI AKHIRAT

Sabda Nabi Muhammad saw, “Bacalah al-Qur’an karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada para ahlinya.” (HR. Muslim)

Dan sabda beliau Nabi Muhammad saw, “Puasa dan Al-Qur’an keduanya akan memberikan syafa’at kepada seorang hamba pada hari kiamat…” (HR. Ahmad dan Al-Hakim).

(6). PAHALA BAGI ORANG YANG BERKUMPUL UNTUK MEMBACA DAN MENGKAJINYA

Nabi Muhammad saw bersabda, “Tidak berkumpul sauatu kaum di salah satu rumah Allah SWT, sedang mereka membaca kitab-Nya dan mengkajinya, melainkan mereka akan dilimpahi ketenangan, dicurahi rahmat, diliputi para malaikat, dan disanjungi oleh Allah di hadapan para makhluk dan di sisi-Nya.” (HR. Abu Dawud).

(7). DAPAT MENENTRAMKAN HATI

“… (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS.13 : 28).

(8). DAPAT MENYEMBUHKAN PENYAKIT

“Hendaknya kamu menggunakan kedua obat-obat : Madu dan Al-Qur’an” (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Mas’ud).

(9). PEMBACA AL-QUR’AN, DIKURNIAKAN KE DALAM HATINYA CAHAYA OLEH ALLAH SWT DAN DIPELIHARA-NYA DARI KEGELAPAN

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra yang maksudnya, “Bahwa Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang medengar satu ayat daripada Kitab Allah Ta’ala (al-Qur’an) ditulis baginya satu kebaikan yang berlipat ganda. Siapa yang membacanya pula, baginya cahanya di hari kiamat.”

(10). PEMBACA AL-QUR’AN MEPEROLEH KEMULIAAN DAN DIBERI RAHMAT KEPADA IBU BAPAKNYA

Nabi Muhammad saw bersabda maksudnya, “Siapa yang membaca Al-Qur’an dan beramal dengan isi kandungannya, dianugerahkan kedua ibu bapaknya mahkota di hari kiamat. Cahayanya (mahkota) lebih baik dari cahaya matahari di rumah-rumah dunia. Kalaulah demikian itu matahari berada di rumahmu (dipenuhi dengan sinarnya), maka apa sangkaan kamu terhadap yang beramal dengan ini (al-Qur’an).” (HR. Abu Daud).

(11). PEMBACA AL-QUR’AN MEMPEROLEH KEDUDUKAN YANG TINGGI DALAM SYURGA

Bersabda Rasulullah saw yang maksudnya, “Dikatakan kepada pembaca al-Qur,an: “Bacalah (al-Qur’an), naiklah (pada darjat-darjat syurga) dan bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya dengan tartil didunia. Sesungguhnya kedudukan drajatmu sehingga kadar akhir ayat yang engkau baca.” (HR. Ahmad).

(12). MEMBACA SATU HURUF AL-QUR’AN AKAN MEPEROLEH SEPULUH KEBAIKAN

Rasulullah saw bersabda, “Barang siapa yang membaca satu huruf kitab Allah, maka ia akan mendapatkan satu kebaikan dengan huruf itu, dan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidaklah mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan Mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi).

(13). ORANG YANG MEMBACA AL-QUR’AN SECARA TERANG-TERANGAN SEPERTI BERSEDEKAH SECARA TERANG-TERANGAN

Rasulullah saw bersabda, “Orang yang membaca Al-Qur’an terang-terangan seperti orang yang bersedekah terang-terangan, orang yang membaca Al-Qur’an secara tersembunyi seperti orang yang bersedekah secara sembunyi.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’i, ).

“SUDAHKAN KITA MEMBACA AL QUR’AN, HARI INI ..?”

Baca Quran dari Nol dengan 4 pertemuan

 

RUBAIYAT adalah sebuah metode Belajar Al-Quran yang dirancang oleh Ust. Hamim Thohari, B.IRKH (Hons). Pada awalnya metode ini hanya diajarkan dari kelas ke kelas, namun krn cara ini dinilai kurang efisien & lamban, sementara dibutuhkan sebuah percepatan, maka dibuatlah BUKU dan CD Tutorialnya agar manfaatnya bisa segera dinikmati banyak orang.  RUBAIYAT telah diuji dan dikaji selama lebih dari 10 tahun, sudah dipraktekkan di beberapa negara Asia Tenggara, dan sudah pernah diajarkan di berbagai pulau di Tanah Air.

METODE RUBAIYAT sudah dibuktikan secara berkesan, ditrainingkan kepada para Mualaf di Kuala Lumpur, diajarkan di Nangro Aceh Darussalam, bahkan hingga Kupang NTT.

Metode ini sangat fenomenal karena hanya dalam waktu 1 bulan sejak dilaunchingkannya metode ini, berhasil membuat 1000 org yg BUTA AKSARA al-QURAN langsung mampu membaca al-QURAN hanya 4 JAM PERTEMUAN!

Penemu Metode Rubaiyat

penemu Metode Rubaiyat – Hamim Thohari, lahir di lamongan, 8 Oktober 1969. Setelah tamat sekolah dasar di desanya, mengenyam pendidikan pesantren selama 6 tahun di Pesantren Taman Pengetahuan Kertosono, Nganjuk Jawa Timur. Di sanalah Hamim belajar tafsir dan terjemah ma’anil Qur’an dibawah asuhan Allah yarham, Kyai Haji Mustain Kastam.
Setelah 9 tahun menetap di Purbalingga, Jawa Tengah sebagai perintis pesantren Suchari (Sekarang Ma’had ‘Aliy el Suchari) dan pengasuh pesantren Griya Tahfidz al-Quran, Desa Dawuhan, Padamara, kini tinggal di Klaten sebagai ketua Unit Kesantrian Putra, PPTQ Ibnu Abbas. Beberapa Perguruan tinggi sempat menjadi tempatnya menuntut ilmu, diantaranya IAIN Sunan Ampel Surabaya, LIPIA Jakarta, UAI dan ISTAC Malaysia. Menikah sejak tahun 1993 dan dikaruniai 5 Orang anak.
Bertekad mendedikasikan hidupnya untuk dakwah dan pesantren, Hamim Thohari pernah menjadi ketua IKADI Kab Purbalingga, aktif menulis, menterjemah, mengisi ceramah dan seminar. Disamping itu sering mengikuti program sosial dan dakwah di berbagai tempat, sebagai utusan da’i Atase Agama Kedubes Arab Saudi, di Nangro Aceh Darussalam, Banka Barat, Kalimantan Timur, NTT, Timor Leste, Dll…